PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) mendampingi peninjauan dan penyerahan persetujuan Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) komoditas kopi di Kawasan Stasiun Gedebage, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari soft launching implementasi SRG berbasis rel yang dimaksudkan untuk memperkuat konektivitas logistik komoditas nasional.

Gudang SRG Gedebage merupakan aset PT Kereta Api Indonesia yang dimanfaatkan dalam kerja sama dengan PT ASLI Logistik Indonesia, sementara pengelolaan gudang dilakukan oleh PT Sucofindo (Persero). Konfigurasi ini diharapkan mengintegrasikan penyimpanan komoditas dengan moda transportasi kereta api agar distribusi menjadi lebih efisien dan terukur.

Peran Gudang Sebagai Hub Logistik

Selain fungsi penyimpanan, Gudang SRG Gedebage direncanakan berperan sebagai hub logistik yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik dan internasional. Integrasi SRG dengan jaringan rel ditujukan untuk memperkuat rantai pasok, menekan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan.

Pada tahap awal operasional, gudang ini akan mendukung penyimpanan komoditas kopi Java Preanger, produk unggulan Jawa Barat yang telah dikenal di pasar global. Pengembangan SRG berbasis rel diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha dan meningkatkan efisiensi distribusi komoditas ekspor.

Komitmen PT KBI dan Penguatan Digitalisasi

Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, menyatakan implementasi SRG berbasis rel merupakan sinergi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem perdagangan komoditas nasional. “Kami berharap Jawa Barat dapat menjadi daerah perintis implementasi SRG berbasis rel melalui sinergi yang kuat antara PT KBI dengan BAPPEBTI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI (Persero), PT Sucofindo (Persero), Bank BJB, PT ASLI Logistik Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujar Budi dalam keterangan rilis, Rabu (17/6/2026).

Data internal PT KBI menunjukkan hingga Mei 2026 komoditas kopi mendominasi registrasi di sistem IsWare Next Gen dengan porsi 47% dari total komoditas yang diregistrasikan. Angka ini merepresentasikan pemanfaatan SRG oleh pelaku usaha kopi sebagai alat pengelolaan stok dan akses pembiayaan.

Untuk meningkatkan layanan registrasi, PT KBI terus mengembangkan IsWare Next Gen. Sistem tersebut dirancang untuk mempercepat proses registrasi, memfasilitasi verifikasi kualitas dan kuantitas komoditas yang tersimpan, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam ekosistem SRG.

Momentum Internasional

Komitmen PT KBI juga disampaikan pada ajang WIITEX 2026 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam acara tersebut PT KBI bertemu pelaku usaha dan buyer internasional dari negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Jerman, serta menerima dukungan perwakilan diplomatik sejumlah negara sahabat untuk pengembangan ekosistem dan komoditas SRG.

Budi menambahkan capaian sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi PT KBI untuk terus membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing global. “Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas kontribusi terhadap pengembangan industri komoditas dan perekonomian nasional,” tutup Budi.