Ihram.co.id — Pembalap Maverick Vinales mengaku frustrasi setelah finis di posisi ke-16 pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand. Rider tim satelit Red Bull KTM Tech3 itu bahkan menilai pelatihnya, legenda MotoGP Jorge Lorenzo, tidak mampu memberikan bantuan signifikan untuk memperbaiki performanya di sirkuit Buriram.
Hasil buruk ini menjadi perhatian karena sebelumnya Vinales digadang-gadang sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan musim ini, setelah menunjuk Lorenzo sebagai pelatih pribadi untuk meningkatkan konsistensi dan performanya.
Baca Juga: Jorge Lorenzo Fokus Kembalikan Mental “Killer” Maverick Vinales Jelang MotoGP 2026
Performa Tidak Stabil di Thailand
Vinales mengaku kesulitan menjaga kecepatan motor KTM RC16 di lintasan sepanjang balapan. Ia menyatakan, satu lap bisa berjalan baik, tetapi lap berikutnya performanya menurun drastis.
“Aku tidak bisa tetap di lintasan dengan konsisten. Satu lap aku bagus, berikutnya tidak. Kecepatan tidak ada. Aku hanya mencoba bertahan di lintasan selama 13 lap,” ujarnya kepada media, dikutip dari GPOne.
Ketika ditanya apakah akan berlatih ulang bersama Lorenzo untuk memperbaiki performa, Vinales menegaskan: “Tidak ada yang bisa dilakukan Jorge. Jika kamu sedang bertarung, itu lain cerita, tapi ini tidak bisa diterima. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Enea [Bastianini], tapi sebagai pembalap ini tidak bisa diterima.”
Pedro Acosta Jadi Ancaman dan Perbandingan Rekan Tim
Kekecewaan Vinales semakin terasa karena performa rekan sesama KTM, Pedro Acosta, justru impresif. Acosta memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 setelah meraih kemenangan Sprint di Buriram, menjadi pembalap pertama KTM yang memimpin klasemen premier class dalam sejarah pabrikan Austria tersebut.
Sementara itu, rekan tim Vinales di Tech3, Enea Bastianini, meskipun menghadapi tantangan, finis lebih baik dibandingkan Vinales. Hal ini memicu spekulasi apakah KTM akan tetap memprioritaskan pengembangan motor RC16 untuk kebutuhan Acosta.
Struktur Tim Tech3 Baru dan Harapan Masa Depan
Tim satelit KTM Tech3 memasuki musim baru dengan struktur manajemen baru setelah kepemilikan tim beralih ke konsorsium yang dipimpin mantan bos Formula 1, Guenther Steiner.
Steiner menyatakan optimistis meski hasil awal belum memuaskan. Ia menekankan bahwa motor KTM RC16 memiliki potensi tinggi, terbukti dari kemenangan Acosta bersama tim pabrikan. Saat ini, fokus tim adalah meningkatkan performa tim satelit agar mendekati level tim utama KTM.
Baca Juga: Maverick Vinales Isyaratkan Alex Marquez Gabung KTM pada MotoGP 2027
Hasil di Thailand menjadi tantangan awal bagi Vinales dalam membangun kembali kepercayaan diri. Ia harus segera menemukan solusi agar mampu bersaing di papan tengah hingga barisan depan pada seri-seri berikutnya, termasuk putaran kedua di MotoGP Brasil yang akan digelar beberapa minggu mendatang.
Kerja sama dengan Lorenzo akan tetap diuji, sementara tekanan dari rival dan performa kuat Acosta membuat target Vinales musim ini semakin menantang.
Ikuti Ihram.co.id
