Ihram.co.id — Motorola Signature, ponsel yang baru saja diperkenalkan di ajang CES 2026, kini semakin dekat dengan pasar Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan lolosnya perangkat tersebut dalam database sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Kemunculan Motorola Signature dengan nomor model XT2603-1 di database TKDN menjadi sinyal kuat bahwa ponsel ultra-premium ini akan segera resmi diluncurkan di pasar tanah air. Perangkat ini dilaporkan berhasil mengantongi nilai TKDN sebesar 36,45%, sebuah pencapaian yang memenuhi persyaratan regulasi di Indonesia untuk perangkat telekomunikasi.
Spesifikasi Kelas Atas untuk Segmen Premium
Motorola Signature dirancang untuk menyasar segmen pasar ultra-premium, menawarkan kombinasi spesifikasi kelas atas dan desain yang menawan. Perangkat ini ditenagai oleh chipset terbaru, Snapdragon 8 Gen 5, yang diposisikan tepat di bawah varian tertinggi Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset yang dibangun dengan teknologi proses 3nm ini dilengkapi dengan engine AI khusus, menjanjikan performa yang sangat kencang dan efisien.
Dari sisi tampilan, Motorola Signature mengusung layar curved seluas 6,8 inci berjenis Extreme AMOLED. Layar ini mendukung Dolby Vision dan memiliki refresh rate tinggi, memberikan pengalaman visual yang imersif dan mulus. Desainnya yang ramping tidak mengorbankan kapasitas baterai, terbukti dengan hadirnya baterai silicon-carbon berkapasitas 5.200mAh yang didukung pengisian daya cepat 90W.
Sistem Kamera Revolusioner dan Dukungan Jangka Panjang
Sektor kamera menjadi salah satu pembeda utama dari Motorola Signature. Perangkat ini dibekali dengan konfigurasi empat kamera utama 50MP pada bagian belakang, sebuah pengaturan yang jarang ditemui pada smartphone dengan profil setipis ini. Keempat sensor 50MP tersebut terdiri dari kamera utama dengan OIS, kamera ultrawide dengan sudut pandang 122 derajat yang juga mendukung makro, serta kamera periskop telephoto yang menawarkan zoom optik 3x.
Motorola juga menunjukkan komitmennya terhadap pengalaman pengguna jangka panjang. Motorola Signature dijanjikan akan menerima pembaruan sistem operasi Android hingga tujuh tahun, serta pembaruan keamanan dalam jangka waktu yang sama. Selain itu, layanan “white-glove assistance on-demand” juga disiapkan sebagai bagian dari pengalaman eksklusif bagi pengguna seri ini.
Regulasi TKDN di Indonesia
Pemerintah Indonesia mewajibkan produsen perangkat telekomunikasi, termasuk ponsel pintar, untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Peraturan ini bertujuan untuk mendorong industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menciptakan lapangan kerja. Sejak 1 Januari 2017, ponsel pintar dan tablet harus menggunakan setidaknya 30% komponen buatan Indonesia. Untuk perangkat yang menggunakan jaringan 4G dan LTE, angka ini meningkat menjadi minimal 40%.
Perusahaan memiliki tiga opsi untuk memenuhi rasio lokalisasi ini: rencana manufaktur perangkat, rencana pembuatan aplikasi, atau rencana pengembangan inovasi domestik. Kegagalan memenuhi syarat TKDN dapat berujung pada larangan penjualan produk di Indonesia, seperti yang pernah dialami oleh Apple dan Google pada akhir 2024.
Dengan lolosnya Motorola Signature dalam sertifikasi TKDN, kehadiran ponsel ultra-premium ini di pasar Indonesia semakin dekat. Pelanggan dapat menantikan kombinasi performa tinggi, desain eksklusif, dan fitur-fitur canggih yang ditawarkan oleh Motorola.
Ikuti Ihram.co.id
