Motorola menandai langkah baru di pasar ponsel lipat dengan memperkenalkan Razr Fold, perangkat layar lipat berukuran besar yang berbeda dari lini Razr sebelumnya yang identik dengan desain clamshell (flip).

Perangkat ini pertama kali diperlihatkan kepada publik dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) awal Januari 2026, sebelum akhirnya diumumkan secara resmi akan meluncur dalam waktu dekat.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Motorola—di bawah naungan Lenovo—siap menantang dominasi ponsel lipat model buku yang selama ini dikuasai oleh Samsung Galaxy Z Fold, Google Pixel Fold, serta sejumlah merek asal China.

Layar Besar untuk Produktivitas

Spesifikasi Motorola Razr Fold
Foto: Motorola

Razr Fold mengusung konsep layar lipat horizontal layaknya buku. Motorola memamerkan layar utama berukuran 8,1 inci di bagian dalam yang ditujukan untuk aktivitas produktivitas, multitasking, hingga konsumsi konten seperti video dan dokumen kerja.

Sementara itu, layar luar berukuran 6,6 inci memungkinkan pengguna menjalankan fungsi ponsel sehari-hari tanpa perlu membuka perangkat. Ukuran tersebut setara dengan ponsel konvensional, sehingga memudahkan akses pesan, notifikasi, dan navigasi cepat.

Dari sisi desain, Motorola menghadirkan dua opsi warna hasil kolaborasi dengan Pantone, yakni Blackened Blue bernuansa gelap dan Lily White yang tampil lebih cerah—melanjutkan pendekatan desain premium yang sebelumnya diterapkan pada seri Razr flip.

Kamera Resolusi Tinggi di Ponsel Lipat

Di sektor fotografi, Motorola menyematkan tiga kamera belakang beresolusi 50 megapiksel, terdiri dari kamera utama, lensa ultra-wide, serta kamera telefoto dengan pembesaran optik hingga 3x. Konfigurasi ini tergolong ambisius untuk ponsel lipat yang memiliki keterbatasan ruang internal.

Perangkat ini juga mendukung perekaman video dengan standar Dolby Vision, yang memungkinkan reproduksi warna dan kontras lebih akurat. Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersedia kamera depan 32 MP di layar luar serta kamera 20 MP di layar utama.

Fitur AI Jadi Andalan

Motorola menekankan aspek kecerdasan buatan pada Razr Fold. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah “Catch Me Up”, yang berfungsi merangkum notifikasi yang terlewat agar pengguna tidak perlu menelusuri pesan satu per satu.

Fitur lain, “Next Move”, dirancang untuk memprediksi kebutuhan pengguna berdasarkan aktivitas di layar, seperti menyarankan penyimpanan jadwal ke kalender atau membuka aplikasi tertentu secara otomatis.

Motorola juga memperkenalkan Moto Pen Ultra, pena digital yang dapat digunakan untuk mencatat, menggambar, atau memberi anotasi langsung di layar besar Razr Fold—fitur yang mengarah pada segmen profesional dan kreator.

Harga dan Jadwal Rilis Masih Dirahasiakan

Spesifikasi Harga Motorola Razr Fold
Foto: Motorola

Meski desain dan fitur utama telah dipamerkan, Motorola belum mengumumkan harga resmi maupun tanggal peluncuran Razr Fold. Lenovo menyebutkan bahwa informasi lengkap akan disampaikan dalam acara peluncuran global terpisah dalam waktu dekat.

Sebagai catatan, hingga saat ini Motorola memang dikenal kuat di segmen ponsel lipat flip, dan kehadiran Razr Fold akan menjadi ponsel lipat model buku pertama Motorola jika benar-benar dirilis ke pasar.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan ambisi Motorola untuk bersaing di segmen premium ponsel lipat yang pertumbuhannya kian pesat secara global.