Nilai tukar rupiah tercatat melemah 93 poin atau 0,5% terhadap dolar AS dalam sepekan terakhir. Pada periode 15-19 Juni 2026, kurs bergerak dari Rp 17.708 ke Rp 17.801 per dolar AS.
Pergerakan harian menunjukkan dinamika kuat: penguatan tajam pada awal pekan diikuti pelemahan bertahap hingga penutupan Jumat.
Pergerakan Harian
Pada pembukaan perdagangan Senin, 15 Juni 2026, rupiah sempat menguat 82 poin (0,46%) ke Rp 17.778 per dolar AS, dan pada penutupan hari itu menguat tajam 152 poin ke level Rp 17.708 per dolar AS.
Selasa, 16 Juni 2026, kurs melemah 16 poin (0,09%) ke Rp 17.725 per dolar AS.
Rabu, 17 Juni 2026, rupiah dibuka melemah 11 poin (0,06%) ke Rp 17.736 per dolar AS dan melanjutkan pelemahan 39 poin pada penutupan menjadi Rp 17.764 per dolar AS.
Kamis, 18 Juni 2026, pembukaan terjadi pada level Rp 17.858 per dolar AS atau turun 96 poin (0,54%), lalu ditutup melemah 32 poin ke Rp 17.794 per dolar AS.
Pada pembukaan perdagangan Jumat 19 Juni 2029, kurs tercatat turun 54 poin (0,3%) ke Rp 17.848 per dolar AS dan menutup hari melemah tipis 7 poin ke Rp 17.801 per dolar AS.
Proyeksi dan Sentimen
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi rupiah pada perdagangan Senin berikutnya (22/6/2026) akan bergerak fluktuatif namun rentan melemah di kisaran Rp 17.800–17.850 per dolar AS.
Untuk sepekan ke depan, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah berada di sekitar level Rp 17.500–18.000 per dolar AS.
Ibrahim menjelaskan rupiah terus dibayangi prospek negatif meski ada perbaikan sentimen pasar global setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai yang membuka perlintasan Selat Hormuz. Di dalam negeri, rupiah diprediksi ikut tertekan menyusul pengumuman lembaga penyedia indeks global MSCI yang menetapkan peringkat kriteria arus informasi (information flow) Indonesia menjadi negatif.
Ikuti Ihram.co.id
