Permintaan emas dari bank sentral diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir tahun. Bank investasi Swiss UBS memperkirakan otoritas moneter global akan membeli antara 750 hingga 1.000 metrik ton emas pada 2026.
Meski pembelian besar itu tidak otomatis mendorong lonjakan harga, UBS menilai aksi timbun akan memberi fondasi yang stabil bagi pasar dan membantu menyeimbangkan permintaan perhiasan serta investasi yang lebih lemah.
Proyeksi UBS dan Dampaknya
“Kami memperkirakan bank-bank sentral akan membeli 750-1.000 metrik ton emas tahun ini. Permintaan tersebut mungkin tidak akan mendorong harga emas naik tajam dengan sendirinya, tetapi kami percaya hal itu akan memberikan fondasi yang stabil bagi pasar dan membantu mengimbangi permintaan perhiasan dan investasi yang lebih lemah,” ujar analis komoditas UBS, Giovanni Staunovo.
Hasil Survei World Gold Council
Survei tahunan mengenai cadangan emas bank sentral yang dilakukan oleh World Gold Council (WGC) menunjukkan bahwa penyimpanan emas oleh bank sentral terus meningkat. WGC menemukan bahwa banyak otoritas moneter masih melihat emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, guncangan geopolitik, dan risiko mata uang, meskipun harga emas sempat turun belakangan ini.
WGC mencatat bahwa rata-rata pembelian emas oleh bank sentral mencapai 1.000 ton per tahun selama empat tahun terakhir, dua kali lipat dari rata-rata dekade sebelumnya.
Hampir sembilan dari sepuluh bank sentral responden survei memperkirakan cadangan emas global akan meningkat pada tahun mendatang. Sebanyak 45% responden memperkirakan kepemilikan emas mereka sendiri akan naik, sementara hanya 1% yang memperkirakan penurunan cadangan.
Perubahan Pola Penyimpanan
Survei yang dilakukan antara Februari dan Mei 2026 itu juga menunjukkan pergeseran dalam lokasi penyimpanan. Bank sentral kini cenderung menyimpan sebagian besar emas mereka di dalam negeri ketimbang menempatkannya di brankas tradisional di luar negeri.
Sebanyak 7% responden mengatakan mereka berencana meningkatkan penyimpanan domestik dalam setahun ke depan, sedangkan 9% memperkirakan akan mendiversifikasi pengaturan penyimpanan luar negeri mereka — naik dari 2% pada survei sebelumnya.
Respons Pelaku Pasar
Dan Coatsworth, kepala pasar di AJ Bell, menyatakan temuan WGC mencerminkan upaya yang lebih luas oleh bank sentral untuk mengurangi konsentrasi, baik dalam jenis aset maupun lokasi penyimpanan.
“Sama seperti investasi apa pun, bijaksana untuk menyebar risiko, dan itu termasuk di mana aset disimpan,” kata Coatsworth.
Ikuti Ihram.co.id
