PT Bumi Resources Tbk menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Kamis, 18 Juni 2026. Agenda digelar di JS Luwansa Hotel Jakarta dan memuat sejumlah keputusan korporasi penting.
RUPST memuat lima mata acara, termasuk pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 serta perubahan dan/atau penetapan kembali susunan direksi dan dewan komisaris.
Agenda RUPSLB dan Penyesuaian KBLI
RUPSLB hanya memiliki satu mata acara, yaitu perubahan anggaran dasar perseroan untuk menyesuaikan klasifikasi usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Kinerja Keuangan 2025
Sepanjang 2025, Bumi Resources mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 81 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun, naik 20,1% dari US$ 67,5 juta pada tahun sebelumnya.
Per 31 Desember 2025, perseroan membukukan saldo laba ditahan sebesar US$ 81 juta. Sebelumnya, perseroan sempat melakukan rencana kuasi reorganisasi; sebelum langkah tersebut, pada 31 Desember 2024 Bumi tercatat memiliki defisit sebesar US$ 2,28 miliar.
“Tujuan perseroan untuk melakukan rencana kuasi reorganisasi adalah untuk memperbaiki saldo laba perseroan agar perseroan dapat melakukan pembagian dividen tunai,”
Spekulasi Dividen Setelah 14 Tahun
Pulihnya saldo laba memunculkan perhatian apakah manajemen akan kembali membagikan dividen. Terakhir kali Bumi Resources membagikan dividen adalah pada Juli 2012 dengan nilai Rp 14,31 per saham, atau sekitar 14 tahun lalu.
Pergerakan Saham Sebelum RUPST
Menjelang RUPST, pada perdagangan Selasa (17/6/2026) saham BUMI ditutup melemah 2,89% ke level Rp 168 per saham. Volume perdagangan mencapai 4,08 miliar saham dengan frekuensi 88.174 kali dan nilai transaksi Rp 699,03 miliar.
Investor asing tercatat melakukan net sell senilai Rp 93,87 miliar pada saham ini. Penurunan tersebut terjadi setelah dua hari berturut-turut sebelumnya harga saham sempat menguat.
Ikuti Ihram.co.id
