Ihram.co.id — Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, memastikan diri melaju ke final Australian Open 2026 untuk keempat kalinya secara beruntun setelah mengalahkan Elina Svitolina dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Rod Laver Arena, Kamis (29/1/2026). Sabalenka meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 6-2, 6-3 dalam waktu satu jam 16 menit.
Kemenangan ini membawa Sabalenka selangkah lebih dekat untuk meraih gelar Grand Slam kelimanya, dan gelar ketiganya di Melbourne Park. Ia akan menghadapi pemenang antara Jessica Pegula dan Elena Rybakina di partai puncak.
Dominasi Sejak Awal
Sejak awal pertandingan, Sabalenka menunjukkan performa dominan. Ia berhasil mematahkan servis Svitolina di gim keempat set pertama, membangun keunggulan 3-1. Kekuatan pukulan forehand dan backhand Sabalenka menyulitkan Svitolina untuk mengembangkan permainannya. Set pertama ditutup dengan skor 6-2 untuk keunggulan Sabalenka.
Pada set kedua, Sabalenka melanjutkan momentumnya. Meskipun sempat terjadi kontroversi terkait panggilan hindrance (gangguan) akibat suara teriakan Sabalenka saat memukul bola, yang berujung pada hilangnya satu poin, ia mampu bangkit dan kembali mematahkan servis Svitolina. Sabalenka menutup pertandingan dengan skor 6-3 di set kedua.
Pencapaian Bersejarah
Dengan lolos ke final Australian Open 2026, Sabalenka mencatatkan sejarah sebagai wanita ketiga di era profesional yang berhasil mencapai final di Melbourne Park sebanyak empat kali berturut-turut. Ia menyamai pencapaian Evonne Goolagong Cawley (1971-1976) dan Martina Hingis (1997-2002), yang masing-masing mencapai enam final beruntun. “Saya tidak percaya ini. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, tetapi pekerjaan belum selesai,” ujar Sabalenka usai pertandingan, dilansir dari ubitennis.net.
Sabalenka juga mengakui bahwa ia telah mengamati permainan Svitolina sepanjang turnamen. “Saya telah menonton permainannya; dia bermain luar biasa melawan Mirra (Andreeva), melawan Coco (Gauff), secara keseluruhan sepanjang turnamen,” kata Sabalenka. “Saya merasa harus melangkah maju dan memberikan tekanan sebanyak mungkin kepadanya, dan saya senang levelnya ada di sana hari ini. Saya bermain tenis hebat dan senang bisa menang dalam dua set langsung,” tambahnya, sebagaimana dilaporkan oleh The Hindu.
Momen Kontroversi
Pertandingan sempat diwarnai momen kontroversi pada gim keempat set pertama. Wasit Louise Engzell memberikan penalti hindrance kepada Sabalenka karena teriakannya yang dianggap mengganggu Svitolina. Meski sempat kehilangan poin, Sabalenka berhasil mengendalikan emosinya dan kembali fokus pada pertandingan. Ia tercatat melepaskan 29 winner berbanding 12 milik Svitolina.
Svitolina, yang bermain di semifinal Australian Open pertamanya, menunjukkan perlawanan sengit namun belum mampu membendung kekuatan Sabalenka. “Tentu saja sangat sulit ketika Anda bermain melawan nomor satu dunia yang sedang dalam performa terbaiknya,” ujar Svitolina kepada wartawan seusai pertandingan, seperti dikutip Reuters.
Baik Sabalenka maupun Svitolina memasuki semifinal dengan rekor tak terkalahkan di turnamen ini dan telah memenangkan gelar di turnamen pemanasan sebelum Australian Open 2026, yaitu Brisbane International untuk Sabalenka dan ASB Classic untuk Svitolina.
Final Australian Open 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada hari Minggu, 2 Februari 2026.
Ikuti Ihram.co.id
