Saham SpaceX kembali menunjukkan lonjakan signifikan pada hari ketiga perdagangan pasca-IPO, membawa perusahaan roket dan kecerdasan buatan milik Elon Musk ke jalur yang bisa menggeser Amazon sebagai perusahaan publik kelima terbesar di dunia.
Pada sesi awal perdagangan di New York, Selasa (16/6/2026), harga saham SpaceX sempat naik hingga 19% sebelum akhirnya terkoreksi ke kisaran 8%. Kenaikan ini melanjutkan reli lebih dari 40% selama dua hari pertama sejak penawaran umum perdana yang memecahkan rekor dunia.
Jika tren kenaikan berlanjut, kapitalisasi pasar SpaceX berpotensi menembus US$2,7 triliun (sekitar Rp42.600 triliun), melewati valuasi Amazon dan menambah hampir US$1 triliun sejak IPO.
Ekspansi Bisnis dan Dukungan Investor Ritel
Selain dorongan dari sentimen pasar, SpaceX mengumumkan langkah strategis di ranah kecerdasan buatan dengan mengakuisisi startup pengodean AI, Cursor, dalam kesepakatan bernilai US$60 miliar. Sebagai bagian dari transaksi, investor Cursor akan menerima saham SpaceX.
Lonjakan harga saham ini juga dipengaruhi oleh minat besar investor ritel. Data Vanda Research mencatat pembelian saham SpaceX oleh investor ritel dalam jumlah masif, yang disebut setara dengan total pembelian mereka di seluruh pasar saham AS sepanjang pekan sebelumnya.
Ihram.co.id — “Hanya ada satu saham yang dipedulikan investor ritel saat ini… SpaceX. Mereka terus mengarahkan modal ke satu nama ini, sementara tetap bersikap hati-hati di sektor lainnya,” tulis Vanda dalam catatan risetnya.
Tantangan dan Risiko Volatilitas
Para pengamat pasar memperingatkan potensi volatilitas ke depan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah ketersediaan saham yang relatif terbatas di pasar pada hari pertama perdagangan, yakni sekitar 4,2% dari total saham.
Tekanan jual diperkirakan bisa meningkat saat periode lock-up untuk orang dalam berakhir pada akhir tahun ini. Selain itu, dimulainya perdagangan kontrak opsi SpaceX di bursa Cboe dan Nasdaq pada hari Selasa diperkirakan akan membuat fluktuasi harga lebih dinamis.
Performa spektakuler SpaceX di pasar modal saat ini juga menjadi perhatian pelaku industri teknologi. Keberhasilan penawaran umum dianggap sebagai tolok ukur terhadap kemampuan pasar menyerap perusahaan dengan kebutuhan modal yang sangat besar dan valuasi tinggi.
Fenomena ini turut memberi sinyal bagi perusahaan AI lain yang dikabarkan menargetkan pencatatan di bursa, termasuk nama-nama yang disebut-sebut tengah mempersiapkan IPO dengan valuasi tinggi.
Ikuti Ihram.co.id
