Jorge Martin menilai MotoGP tetap aman untuk balapan meski sempat terjadi insiden sinkhole di lintasan pada MotoGP Brasil 2026. Ia bahkan menyebut para pembalap masih mampu mengatasi kondisi tersebut, selama lubang tidak berada di racing line.

Balapan yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna itu sebelumnya diwarnai gangguan besar setelah munculnya lubang di trek lurus utama.

Insiden sinkhole terjadi usai sesi kualifikasi MotoGP pada Sabtu, memaksa panitia melakukan perbaikan darurat. Dampaknya, seluruh jadwal balapan sore hari mengalami perubahan signifikan.

Baca Juga: Insiden Sinkhole Guncang MotoGP Brasil 2026, Pembalap Diminta Cek Lintasan Sendiri

Sprint MotoGP yang awalnya dijadwalkan pukul 15.00 waktu setempat harus mundur hingga pukul 16.20. Sementara itu, kualifikasi Moto2 dipindahkan ke Minggu pagi karena keterbatasan waktu.

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, perbaikan lintasan dilakukan dengan cepat dan balapan akhirnya tetap digelar.

Martin Tak Anggap Sebagai Masalah Besar

Usai Sprint, Martin mengaku tidak melihat langsung lubang tersebut saat berada di lintasan. Ia menjelaskan bahwa posisi sinkhole berada di luar racing line, sehingga tidak terlalu memengaruhi jalannya balapan.

Menurutnya, pembalap MotoGP memiliki kemampuan untuk menghindari area berbahaya dan tetap menjaga kecepatan secara aman.

Ia bahkan menyebut balapan secara teoritis masih bisa berlangsung meski lubang belum sepenuhnya diperbaiki, selama tidak mengganggu jalur utama pembalap.

Meski santai menanggapi kondisi trek, Martin menyoroti penundaan panjang sebagai tantangan utama.

Waktu tunggu lebih dari satu jam membuat pembalap harus mengatur ulang ritme dan fokus sebelum kembali ke lintasan. Ia mengaku harus mengulang rutinitas persiapan dari awal untuk menjaga konsentrasi tetap optimal.

Di tengah situasi yang tidak ideal, Martin tetap tampil kompetitif dengan finis di posisi ketiga. Hasil ini menjadi podium perdananya bersama Aprilia Racing di ajang MotoGP.

Ia mengungkapkan bahwa performanya terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya kepercayaan diri dan pemahaman terhadap motor RS-GP.

Kehilangan Peluang Menang

Meski berhasil naik podium, Martin merasa memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan.

Namun, kecelakaan yang dialaminya saat sesi kualifikasi Q2 membuat kepercayaan dirinya sempat menurun, terutama pada lap-lap awal balapan.

Ia mengaku lebih berhati-hati saat melakukan manuver, termasuk ketika mencoba menyalip Fabio Quartararo.

Setelah menemukan ritme, Martin menilai kecepatannya cukup untuk bersaing di barisan depan.

Menatap balapan utama, Martin mengakui timnya masih tertinggal dari dominasi Ducati.

Ia menyebut ada perbedaan teknis, termasuk pada sistem gearbox, yang membuat Ducati sedikit lebih unggul. Meski begitu, ia optimistis dapat meningkatkan performa pada balapan berikutnya.

Adaptasi Jadi Kunci di Brasil

Menurut Martin, kunci utama balapan di Brasil adalah kemampuan beradaptasi dengan kondisi lintasan yang berubah-ubah.

Mulai dari hujan deras, perbaikan trek, hingga perubahan suhu, semua faktor tersebut memengaruhi performa pembalap di setiap sesi.

Dengan pengalaman dari Sprint, ia berharap dapat tampil lebih maksimal dan kembali bersaing di papan atas pada balapan utama.