— Smartwatch milik Kopilot Farhan Gunawan terdeteksi masih aktif dan merekam ribuan langkah kaki usai pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang tersinkronisasi dengan ponsel korban, perangkat tersebut mencatat aktivitas pergerakan hingga 13.647 langkah pada Minggu (18/1/2026).

Data Pergerakan Langkah Kaki

Informasi mengenai aktivitas smartwatch tersebut disampaikan oleh pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan (30). Ia mendapatkan data tersebut setelah mengecek ponsel milik Farhan yang telah ditemukan oleh tim SAR di area hutan Gunung Bulusaraung.

Berdasarkan catatan notifikasi pada ponsel, terdeteksi adanya pergerakan sebanyak 9.000 langkah pada Minggu (18/1) pukul 06.00 WITA.

Jumlah langkah kaki tersebut terus bertambah sepanjang hari hingga mencapai 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA.

“HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya terus dicek smartwatch-nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 6 ada berapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada,” kata Pitri pada Senin (19/1).

Penemuan Ponsel di Area Hutan

Ponsel pintar milik Farhan ditemukan oleh tim SAR di sekitar lokasi kejadian dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Pitri menjelaskan bahwa ponsel tersebut menjadi sarana bagi keluarga untuk memantau keberadaan kopilot melalui perangkat Galaxy Watch yang digunakannya.

Pitri berharap temuan data aktivitas fisik ini dapat menjadi acuan bagi tim penyelamat untuk melacak posisi pasti Farhan. Ia meyakini adanya pertambahan jumlah langkah kaki menunjukkan adanya aktivitas dari pengguna perangkat tersebut.

“Karena dari HP dia yang terhubung ke smartwatch-nya itu kan masih bergerak. Kemungkinan kan masih bisa dilacak yah dari situnya,” tambah Pitri.

Permintaan Penambahan Personel SAR

Pihak keluarga melalui rekaman video meminta pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan bantuan tambahan dalam proses pencarian. Mereka mengharapkan adanya pengerahan helikopter dan penambahan personel tim SAR di lokasi kejadian.

“Intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah dan ini hari ketiganya di hutan. Jadi tolong kepada bapak Prabowo atau siapapun yang bisa ngasih bantuan tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi pak,” ujar Pitri.

Saat ini, adik Pitri yang juga kekasih Farhan, Dian Mulyana Hasibuan, berada langsung di lokasi untuk memantau proses pencarian. Dian dilaporkan berangkat ke Makassar segera setelah mendapatkan kabar kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut.

Update Proses Evakuasi di Gunung Bulusaraung

Hingga Senin (19/1), tim SAR gabungan yang terdiri dari 34 personel masih berupaya melakukan penyisiran di lokasi. Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa tim telah dibekali peralatan individu untuk mengantisipasi cuaca hujan yang masih mengguyur lokasi.

Sebelumnya, tim SAR telah menemukan satu korban laki-laki dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (18/1) siang. Jenazah tersebut ditemukan di area tebing dengan jarak sekitar 200 meter dari puncak gunung.

Medan yang berat di Gunung Bulusaraung menjadi tantangan bagi tim evakuasi untuk mencapai titik koordinat puing pesawat. “Memang ada butuh waktu lama untuk bisa sampai ke tempat lokasi tersebut,” jelas Andi Sultan.

Informasi mengenai temuan data smartwatch dan permintaan pihak keluarga tersebut dihimpun berdasarkan keterangan resmi keluarga korban dan laporan tim Basarnas di lapangan.