— Kembalinya seri Brasil dalam kalender MotoGP 2026 membawa tantangan baru, terutama terkait pemilihan ban. Namun, alokasi ban terbaru dari Michelin justru dinilai bisa menjadi keuntungan bagi Ducati.

Setelah hasil mengecewakan di seri pembuka Thailand, Ducati berpeluang bangkit di GP Brasil yang digelar di Autodromo Internacional de Goiania akhir pekan ini.

Baca Juga: Sirkuit Goiania Disebut Sempit, Luca Marini Prediksi Balapan MotoGP Brasil Lebih Ketat

Strategi Ban Berubah Jelang Balapan

Michelin sebelumnya mengindikasikan akan menggunakan spesifikasi ban belakang yang sama seperti di Buriram. Namun, keputusan akhir justru berbeda.

Untuk MotoGP Brasil 2026, Michelin membawa tiga opsi ban belakang dengan karakter berbeda. Dua di antaranya menggunakan konstruksi lebih kaku—mirip dengan yang digunakan di Red Bull Ring, Austria—sementara satu lainnya memakai spesifikasi yang sebelumnya digunakan di Buriram dan Mandalika.

Perubahan ini cukup signifikan karena karakter ban sangat memengaruhi performa motor di lintasan.

Peluang Ducati Bangkit

Penggunaan ban dengan konstruksi lebih kaku dinilai bisa menguntungkan Ducati. Pasalnya, tim pabrikan asal Italia itu memiliki rekam jejak kuat dengan spesifikasi tersebut.

Pada musim sebelumnya, Ducati tampil dominan di Red Bull Ring, dengan Francesco Bagnaia meraih kemenangan beruntun pada 2023 dan 2024. Selain itu, Marc Marquez juga sukses menyapu kemenangan di sirkuit tersebut.

Sebaliknya, penggunaan ban belakang kaku di Thailand justru membantu Aprilia Racing tampil dominan, dengan Marco Bezzecchi meraih pole position dan kemenangan grand prix.

Hal ini menunjukkan bahwa dampak ban sangat bergantung pada karakter lintasan dan setelan motor masing-masing tim.

Baca Juga: Sirkuit Goiania Banjir Parah, Tim MotoGP Sebut Situasi Mengkhawatirkan

Sirkuit Baru Jadi Tantangan Besar

GP Brasil 2026 menjadi tantangan unik karena sirkuit Goiania belum pernah digunakan untuk balapan MotoGP modern. Terakhir kali trek ini menggelar grand prix terjadi pada akhir 1980-an.

Minimnya data membuat Michelin hanya mengandalkan simulasi dalam menentukan alokasi ban.

Menurut Piero Taramasso, Manajer Motorsport Roda Dua Michelin, lintasan Goiania memiliki karakter asimetris dengan beban tinggi di sisi kanan ban.

“Kami membawa alokasi ban yang diperluas untuk memberi lebih banyak opsi kepada tim dalam menemukan keseimbangan terbaik,” ujarnya.

Faktor Adaptasi Jadi Kunci

Selain ban, faktor adaptasi pembalap terhadap lintasan baru akan sangat menentukan hasil balapan.

Pembalap yang mampu memahami racing line dan karakter ban lebih cepat diprediksi akan memiliki keunggulan signifikan.

Sebagai antisipasi, sesi latihan pada hari Jumat juga diperpanjang guna membantu tim dan pembalap mengumpulkan data lebih banyak.

Dengan kombinasi ban baru, lintasan yang belum familiar, serta performa tim yang masih fluktuatif di awal musim, MotoGP Brasil 2026 diprediksi berlangsung ketat.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Brasil 2026 di Goiania, Jam Tayang WIB dan Cara Nonton

Ducati memang berpeluang bangkit, namun rival seperti Aprilia dan KTM tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan podium.

Situasi ini membuat seri Brasil berpotensi menjadi titik balik penting dalam peta persaingan MotoGP musim 2026.