— Pembalap Max Verstappen harus menghadapi awal sulit pada musim baru Formula 1 setelah mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi Formula 1 GP Australia 2026 di Albert Park Circuit, Melbourne.

Insiden di sesi Q1 membuat juara dunia empat kali tersebut gagal melanjutkan kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi belakang grid. Seusai insiden, Verstappen juga melontarkan kritik keras terhadap regulasi baru F1 2026 yang menurutnya menjadi salah satu faktor sulitnya mengendalikan mobil generasi terbaru.

Baca Juga: Starting Grid F1 GP Australia 2026: George Russell Raih Pole Position, Verstappen Start dari Belakang

Kecelakaan di Q1 Hentikan Langkah Verstappen

Kecelakaan terjadi ketika pembalap Red Bull Racing itu kehilangan kendali mobilnya setelah bagian belakang mobil tiba-tiba mengunci saat menginjak pedal.

Verstappen menjelaskan bahwa kondisi tersebut sangat tidak biasa, bahkan belum pernah ia alami sepanjang kariernya di Formula 1.

“Saya menekan pedal dan seluruh poros belakang langsung mengunci. Itu sangat aneh, terutama dengan mobil F1 seperti ini,” kata Verstappen.

“Saya belum pernah mengalami hal seperti itu sepanjang hidup saya. Saya juga belum sempat berdiskusi dengan tim untuk mengetahui penyebab pastinya.”

Benturan keras sempat membuat Verstappen mengkhawatirkan kondisi tangannya. Ia kemudian menjalani pemeriksaan medis di fasilitas sirkuit, termasuk pemeriksaan rontgen.

Namun setelah diperiksa, dokter memastikan tidak ada cedera serius.

“Semua baik-baik saja. Saya hanya melakukan rontgen untuk memastikan tangan saya tidak apa-apa. Tidak ada yang patah,” ujarnya.

Kritik Regulasi Baru F1 2026

Setelah sesi kualifikasi yang buruk, Verstappen kembali menyuarakan kritik terhadap regulasi teknis baru yang mulai diterapkan pada Formula 1 2026.

Sebelumnya, isu tersebut juga sempat menjadi perdebatan dalam pertemuan pembalap (drivers’ briefing) pada Jumat malam, di mana sejumlah pembalap menyampaikan kekhawatiran terhadap karakter mobil generasi terbaru.

Verstappen menjadi salah satu pembalap paling vokal dalam diskusi tersebut.

“Saya sudah mengatakan apa yang saya pikirkan. Sejujurnya saya tidak menikmati mengemudikan mobil ini,” kata Verstappen.

Menurutnya, konsep mobil baru membuat pembalap kesulitan memaksimalkan performa di lintasan.

“Formula ini tidak tepat. Anda hanya bisa membuat mobil lebih lambat, lalu balapannya terlihat lebih normal, tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat,” ujarnya.

Ia juga menilai perubahan konsep tersebut merupakan masalah yang cukup besar bagi olahraga ini.

Mercedes Tampil Dominan di Melbourne

Sementara Verstappen mengalami kesulitan, tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team justru tampil dominan pada sesi kualifikasi.

Pembalap George Russell berhasil merebut pole position setelah mencatat waktu tercepat, diikuti rekan setimnya Andrea Kimi Antonelli di posisi kedua.

Menurut Verstappen, performa kuat Mercedes tersebut sebenarnya tidak mengejutkan karena sudah terlihat sejak tes pramusim.

“Saya sudah mengatakan di Bahrain, tunggu saja sampai Melbourne dan Anda akan melihat seberapa cepat mereka,” kata Verstappen.

Ia menambahkan selisih waktu hingga sekitar delapan persepuluh detik dari pole position menunjukkan bahwa Red Bull masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

Red Bull Fokus Perbaiki Performa

Verstappen menegaskan bahwa Red Bull harus meningkatkan performa mobil dan mesin jika ingin kembali bersaing memperebutkan kemenangan musim ini.

“Kami tahu harus meningkatkan mobil dan mesin untuk melawan Mercedes. Kami tidak berada di sini untuk finis P3, P4, atau P5,” ujarnya.

“Kami berada di sini untuk menang.”

Meski memiliki opsi untuk mengubah setelan mobil dan memulai balapan dari pit lane, Verstappen mengaku belum yakin perubahan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki performa mobilnya.

Baca Juga: F1 GP Australia 2026 Digelar Akhir Pekan Ini, Cek Jadwal Lengkapnya

Ketika ditanya apakah balapan dari posisi belakang akan menjadi tantangan berat, Verstappen memberikan jawaban singkat.

“Yang jelas, ini akan menjadi musim yang panjang,” katanya.