Ihram.co.id — Subaru dilaporkan tengah mengembangkan sistem transmisi manual untuk kendaraan listrik (EV) dan hibrida guna menghadirkan kembali sensasi berkendara konvensional. Berdasarkan dokumen paten yang terungkap, teknologi ini menggunakan sistem simulasi elektronik yang melibatkan tuas persneling model H-pattern dan pedal kopling.
Laporan CarBuzz menyebutkan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap persepsi mobil listrik yang selama ini dinilai minim keterlibatan pengemudi. Subaru berupaya menyematkan elemen manual pada lini kendaraan masa depan mereka agar memiliki karakter yang berbeda di era elektrifikasi.
Mekanisme Transmisi Manual Elektronik
Sistem yang dikembangkan Subaru ini bukan merupakan transmisi manual konvensional dengan rangkaian roda gigi mekanis. Seluruh proses pengoperasian berbasis elektronik yang berfungsi sebagai input bagi modul kontrol kendaraan.
Tuas persneling dan pedal kopling bertugas mengirimkan sinyal ke sistem untuk mengatur karakter torsi pada motor listrik. Saat pengemudi melakukan perpindahan gigi, sistem akan membatasi atau melepas tenaga motor agar menghasilkan efek yang serupa dengan perpindahan rasio gigi pada mobil bermesin bensin.
Fungsi Pedal Kopling dan Fleksibilitas Mode
Pedal kopling dalam sistem ini tetap memegang peranan penting dalam operasional kendaraan. Berdasarkan rincian dokumen paten, mobil hanya dapat mulai bergerak jika pengemudi menekan pedal kopling, menyerupai prosedur pada mobil manual umumnya.
Sistem tersebut juga dirancang untuk mencegah mobil melaju tidak terkendali apabila urutan pengoperasian kopling dan tuas tidak sesuai. Subaru turut menyematkan fitur fleksibilitas yang memungkinkan pengemudi memilih antara mode manual dan mode otomatis.
Pada mode manual, pengemudi dapat merasakan sensasi perpindahan gigi secara penuh. Sementara itu, mode otomatis disediakan untuk memberikan kenyamanan saat berkendara santai atau ketika menghadapi situasi kemacetan layaknya mobil listrik pada umumnya.
Status Pengembangan dan Produksi
Pengembangan teknologi ini diproyeksikan menjadi nilai tambah bagi Subaru yang dikenal dengan karakter kendaraan berorientasi pengemudi (driver oriented). Kehadiran elemen manual diharapkan mampu menjadi daya tarik emosional bagi pengguna kendaraan listrik.
Hingga saat ini, Subaru belum mengumumkan jadwal produksi massal maupun model spesifik yang akan menggunakan sistem transmisi tersebut. Teknologi ini masih berada pada tahap konsep dan pengembangan di dalam dokumen paten perusahaan.
Pihak Subaru juga belum mengeluarkan pernyataan atau rilis resmi terkait detail teknis lebih lanjut mengenai transmisi yang sedang dirancang ini. Informasi mengenai pengembangan teknologi transmisi manual tersebut mengacu pada laporan dokumen paten Subaru yang dipublikasikan oleh CarBuzz.
Ikuti Ihram.co.id
