Arema FC mengisyaratkan akan kembali mendatangkan pemain baru pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Manuver tersebut dilakukan setelah Singo Edan menilai kehadiran satu pemain anyar, Gabriel Silva, belum cukup untuk mengangkat produktivitas tim di putaran kedua kompetisi.

Hingga pertengahan jendela transfer Januari, Arema FC baru meresmikan satu rekrutan, yakni Gabriel Silva. Penyerang asal Brasil itu didatangkan untuk memperkuat lini depan, menyusul evaluasi menyeluruh terhadap performa tim pada putaran pertama musim ini.

Kebutuhan tambahan pemain semakin menguat setelah Arema FC resmi melepas empat pemain, yakni Paulinho Moccelin, M. Rafli, Yann Motta, dan Ian Puleio. Keputusan tersebut menjadi bagian dari langkah perombakan skuad demi meningkatkan daya saing tim.

Fokus Tambah Daya Gedor

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa manajemen saat ini memprioritaskan sektor tengah hingga lini depan. Evaluasi tim pelatih menunjukkan Arema FC mampu menciptakan banyak peluang sepanjang putaran pertama, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi persoalan utama.

“Kami fokus mencari pemain dari sektor tengah sampai depan. Itu hasil evaluasi tim pelatih, karena pada putaran pertama kami membuat banyak peluang, tetapi cukup banyak yang terbuang,” ujar Yusrinal Fitriandi.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Arema FC ingin tampil lebih agresif dan produktif pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026.

Baca Juga: Bursa Transfer Arema FC: Incar Ryo Matsumura, Thales Lira, hingga Bek PSM Victor Luiz

Ketergantungan pada Dalberto Luan

Sepanjang putaran pertama, Arema FC masih sangat bergantung pada satu sosok di lini depan, yakni Dalberto Luan. Penyerang asal Brasil tersebut menjadi top skor tim dengan koleksi 10 gol dan berperan besar dalam mendulang poin bagi Singo Edan.

Namun, ketika Dalberto absen, Arema FC kerap kesulitan mencetak gol. Situasi ini menunjukkan belum adanya alternatif yang benar-benar mampu menopang lini serang secara konsisten. Arkhan Fikri dan Valdeci Moreira belum sepenuhnya stabil dalam peran sebagai penggerak serangan, sehingga variasi permainan Arema masih terbatas.

Kondisi tersebut mendorong manajemen mencari tambahan pemain berkarakter ofensif, baik gelandang kreatif maupun penyerang yang mampu meningkatkan kualitas finishing.

Lini Belakang Belum Jadi Prioritas

Meski mencatatkan 23 kali kebobolan pada putaran pertama dan menjadi salah satu tim dengan pertahanan paling rapuh di papan atas klasemen, manajemen Arema FC menilai sektor belakang belum menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini.

Langkah melepas bek asing dan justru merekrut pemain di lini tengah serta sayap menjadi indikasi bahwa fokus utama klub adalah meningkatkan produktivitas gol. Arema FC menilai keseimbangan tim dapat diperbaiki melalui kontrol permainan dan efektivitas serangan, bukan sekadar menambah pemain bertahan.

“Prioritas kami sekarang di tengah dan depan. Tentunya nanti akan dilihat lagi perkembangannya selama jendela transfer masih dibuka,” jelas Yusrinal Fitriandi.

Rotasi dan Kedalaman Skuad

Di bawah arahan pelatih Marcos Santos, Arema FC melakukan sejumlah rotasi pada awal musim, terutama di sektor pertahanan. Luiz Gustavo menjadi pemain yang paling konsisten mendapatkan tempat, sementara posisi tandemnya sempat berganti hingga akhirnya Julian Guevara memperoleh kepercayaan lebih dalam beberapa laga terakhir.

Di sektor bek kanan, Arema FC harus kehilangan Achmad Maulana hingga akhir musim akibat cedera lutut. Namun, Singo Edan masih memiliki Bayu Setiawan dan Rifad Marasabessy sebagai alternatif. Sementara itu, di sisi kiri, Ahmad Alfarizi sempat absen karena kondisi kesehatan, tetapi Iksan Lestaluhu mampu tampil solid saat dipercaya mengisi posisi tersebut.

Dengan komposisi yang ada, Arema FC diperkirakan tidak akan melakukan perubahan besar di lini belakang. Fokus utama Singo Edan kini tertuju pada penambahan pemain ofensif demi meningkatkan daya gedor dan memperbaiki posisi mereka di klasemen BRI Super League 2025/2026 pada putaran kedua.