Ihram.co.id — Pascal Gross, gelandang Brighton & Hove Albion, melontarkan kritik tajam terhadap taktik yang digunakan Arsenal dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tim tamu. Gross secara spesifik menyoroti praktik buang waktu yang diyakini dilakukan oleh Arsenal untuk mengamankan keunggulan mereka di menit-menit akhir pertandingan.
Kekalahan Brighton terjadi akibat gol tunggal Bukayo Saka pada menit kesembilan, yang kemudian membawa Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Premier League dengan selisih tujuh poin dari Manchester City. Namun, kemenangan tersebut diwarnai kontroversi terkait cara Arsenal mempertahankan keunggulan.
Penilaian Pascal Gross Terhadap Taktik Arsenal
Dalam wawancaranya dengan BBC Match of the Day, Gross menyatakan kekecewaannya terhadap jalannya pertandingan, terutama pada paruh kedua. Meskipun Brighton berhasil mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang tembak dibandingkan Arsenal, mereka gagal menembus pertahanan kokoh tim tamu. Brighton tercatat melakukan lebih banyak tembakan daripada pemuncak klasemen Premier League tersebut, namun tidak mampu mengkonversi peluang menjadi gol.
“Di babak kedua, kami memiliki dua atau tiga peluang. Kami tidak menyelesaikan serangan; itu satu-satunya hal yang kami lewatkan hari ini. Kami menemukan banyak solusi melawan mereka. Kami menciptakan banyak. Itu tidak terjadi hari ini, jadi kami kecewa karena kami mengungguli mereka secara permainan,” ujar Gross.
Gross menambahkan, “Tidak perlu berkata-kata lagi soal itu untuk Arsenal. Saya sudah menyampaikan pendapat saya. Setiap orang bisa membuat keputusan sendiri, tetapi saya yakin Anda tidak suka menonton pertandingan sepak bola seperti itu. Penggemar sepak bola ingin melihat pertandingan sepak bola, bukan buang-buang waktu.”
Reputasi Arsenal dalam ‘Seni Kotor’
Kritik dari Gross ini sejalan dengan tren yang berkembang sepanjang musim ini, di mana tim asuhan Mikel Arteta kerap mendapat sorotan karena dituding menggunakan “dark arts” atau cara-cara licik untuk mempertahankan keunggulan tipis. Taktik yang sering dikeluhkan meliputi kiper yang membuang-buang waktu saat melakukan tendangan gawang, hingga pemain yang berpura-pura kram pada momen-momen krusial untuk menghentikan momentum lawan.
Sebelumnya, Liam Rosenior dari Chelsea juga pernah mengungkapkan frustrasinya terhadap taktik serupa yang digunakan Arsenal pada bulan sebelumnya. Meskipun Mikel Arteta kerap membela gaya manajemen permainan timnya sebagai “kompetitif,” rasa frustrasi yang terlihat di Stadion Amex, kandang Brighton, menunjukkan betapa nyata dampaknya bagi tim lawan.
Dampak Pertandingan Terhadap Klasemen
Kekalahan ini melanjutkan tren buruk Brighton yang belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir mereka. Sementara itu, kemenangan yang diraih dengan cara yang dianggap “tidak indah” ini semakin mendekatkan Arsenal pada gelar juara Premier League pertama mereka dalam 22 tahun.
Berdasarkan klasemen terbaru per 4 Maret 2026, Arsenal memimpin dengan 64 poin dari 29 pertandingan, sementara Manchester City berada di posisi kedua dengan 59 poin dari 28 pertandingan. Brighton sendiri menduduki peringkat ke-13 dengan 37 poin dari 29 laga.
Respons Mikel Arteta Terhadap Kritik
Menanggapi kritik mengenai taktik timnya, Mikel Arteta dalam konferensi pers sebelum pertandingan menyatakan bahwa hal tersebut adalah bagian dari dinamika sepak bola modern. Ia menekankan bahwa timnya ingin menjadi yang terbaik dalam setiap aspek permainan dan bahwa evolusi taktik dalam sepak bola membuat pertandingan menjadi semakin sulit dalam permainan terbuka. Arteta juga menambahkan, “Saya kesal kita tidak mencetak lebih banyak gol – dan kita juga kebobolan. Kita ingin menjadi tim terbaik dan paling dominan dalam setiap aspek permainan.”.
Arteta berargumen bahwa timnya hanya memanfaatkan peluang yang ada dan bahwa taktik tersebut diperlukan mengingat bagaimana tim-tim lain beradaptasi. Ia juga menyatakan bahwa jika aturan permainan diubah, maka permainan akan berbeda, namun selama aturan yang ada berlaku, timnya akan terus bermain sesuai dengan apa yang dianggap efektif.
Brighton, yang dilatih oleh Fabian Hürzeler, sebelumnya juga telah menyuarakan keluhannya mengenai lamanya waktu yang dihabiskan Arsenal untuk mengambil tendangan sudut, yang menurutnya mengurangi waktu permainan bersih yang dinikmati penonton.
Ikuti Ihram.co.id
