Jakarta Garuda Jaya resmi menatap kompetisi Proliga 2026 putra dengan pendekatan yang berbeda. Klub binaan PBVSI tersebut dipastikan tidak menggunakan jasa pemain asing dan kembali menaruh kepercayaan penuh kepada para pemain muda. Kebijakan ini menegaskan peran Garuda Jaya sebagai wadah pembinaan dan pengembangan atlet voli nasional, khususnya untuk kelompok usia U21.

Sebagian besar pemain yang masuk dalam skuad Proliga 2026 merupakan nama-nama yang sudah akrab dengan program Timnas U21 Indonesia. Dengan pengalaman internasional yang mulai terasah, Garuda Jaya berharap para pemain muda ini mampu tampil lebih matang dan kompetitif, meski harus bersaing dengan klub-klub mapan yang diperkuat pemain berpengalaman.

Klub Pembinaan Milik PBVSI

Jakarta Garuda Jaya didirikan langsung oleh PBVSI dengan tujuan utama memberi jam terbang bagi pemain muda sebelum mereka menembus level tim nasional senior. Filosofi tersebut membuat Garuda Jaya konsisten menurunkan skuad usia muda di setiap partisipasinya di Proliga.

Proliga 2026 menjadi musim ketiga bagi Garuda Jaya setelah sebelumnya tampil pada edisi 2024 dan 2025. Meski dua musim awal selalu berakhir di posisi juru kunci dan gagal menembus Final Four, manajemen tetap mempertahankan visi jangka panjang, yakni membangun fondasi kuat bagi masa depan voli Indonesia.

Komposisi Pemain dan Posisi Kunci

Di sektor setter, Garuda Jaya mengandalkan tiga nama yakni Hilarius Galang Bryantama Putera, Tristan Griffith, dan Setya Putra Bima. Galang diprediksi menjadi pilihan utama berkat pengalamannya tampil bersama Timnas U21 di FIVB World Championship U21 2025, yang memberinya keunggulan dari sisi ketenangan dan visi permainan.

Posisi middle blocker diisi oleh lima pemain, yakni Rizki Risviansyah, Zaki Hasan Maulana, Agustino, Putra Bagus, dan Risqi Baihaqi. Zaki dan Rizki menjadi sosok yang cukup menonjol karena konsistensi mereka sejak dua musim sebelumnya. Duet keduanya diharapkan mampu memperkuat pertahanan net Garuda Jaya.

Untuk urusan mencetak angka, Garuda Jaya masih mengandalkan Dawuda Alaihimassalam dan Fauzan Nibras di posisi opposite spiker, dengan tambahan Rizqi Prawiro sebagai opsi rotasi. Ketiganya dikenal memiliki karakter permainan agresif yang dibutuhkan dalam situasi krusial.

Outside Hitter hingga Libero

Lini outside hitter diisi oleh Rifki Zailani, Bagas Wijanarko, Haikal Hidayatullah, Shafa Pandya, dan Raden Kaya Sunarya. Nama Raden Kaya menjadi sorotan karena merupakan putra legenda Persib Bandung era 1980-an, Iwan Sunarya. Proliga 2026 akan menjadi pengalaman debutnya di level tertinggi voli nasional.

Di posisi libero, Garuda Jaya diperkuat Raihan Rizky Attorif dan Muhammad Reyhan. Keduanya merupakan bagian dari skuad Timnas U21 Indonesia dan dikenal memiliki kemampuan bertahan serta receive yang solid.

Tanpa Pemain Asing dan Pelatih Baru

Berbeda dengan dua musim sebelumnya, Garuda Jaya tidak lagi diperkuat pemain asing. Pada Proliga 2024 dan 2025, mereka selalu merekrut outside hitter asal Thailand, Napadet Bhinijdee. Namun, Napadet kini membela Diamond Food VC di Thailand bersama Rivan Nurmulki.

Selain itu, posisi pelatih kepala juga mengalami perubahan. Garuda Jaya kini ditangani Nur Widayanto, pelatih yang memiliki pengalaman sebagai asisten di beberapa klub Proliga dan Timnas U21. Dengan skuad muda dan pendekatan jangka panjang, Garuda Jaya berharap Proliga 2026 menjadi titik awal peningkatan prestasi dan konsistensi mereka di kompetisi nasional.