— Tottenham Hotspur secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala, Thomas Frank, pada Rabu (11/2/2026). Keputusan ini diambil menyusul rentetan hasil buruk yang dialami klub di ajang Liga Inggris musim ini. Kekalahan 2-1 dari Newcastle United pada Selasa malam menjadi titik akhir bagi masa jabatan Frank yang baru berlangsung delapan bulan.

Pemecatan ini mengakhiri spekulasi mengenai masa depan Frank di Tottenham Hotspur Stadium. Tekanan terhadap pelatih asal Denmark itu meningkat drastis dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah para suporter melontarkan chant agar ia dipecat dan menyanyikan nama mantan pelatih, Mauricio Pochettino, saat tim menelan kekalahan liga ke-11 musim ini. Manajemen klub menilai bahwa situasi tim memerlukan perubahan segera untuk memperbaiki performa dan hasil pertandingan yang dinilai tidak memuaskan.

Keputusan Resmi Klub dan Evaluasi Internal

Klub mengonfirmasi keputusan penting ini melalui sebuah pernyataan resmi setelah melakukan evaluasi internal mendalam. Manajemen Tottenham Hotspur menegaskan bahwa mereka sebelumnya telah memberikan waktu dan dukungan yang dibutuhkan kepada Thomas Frank sejak penunjukannya pada Juni 2025. Namun, situasi kompetitif di Premier League memaksa klub untuk mengambil langkah tegas demi menyelamatkan musim.

“Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala tim putra dan Thomas Frank akan meninggalkan jabatannya hari ini,” demikian bunyi pernyataan resmi klub. “Thomas ditunjuk pada Juni 2025, dan kami berkomitmen memberinya waktu serta dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan performa tim membuat dewan direksi menyimpulkan bahwa perubahan pada titik musim ini diperlukan.”

Rentetan Hasil Buruk dan Posisi Krusial di Klasemen

Performa Tottenham di Premier League musim ini memang sangat mengkhawatirkan. Klub tercatat hanya mampu meraih dua kemenangan dalam 17 pertandingan liga terakhir, mengumpulkan total 11 poin dalam periode tersebut. Rangkaian delapan pertandingan tanpa kemenangan menjadi periode terpanjang sejak Oktober 2008, menandakan krisis performa yang mendalam.

Akibat hasil minor tersebut, Tottenham Hotspur kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League dengan hanya mengoleksi 29 poin dari 26 pertandingan. Mereka hanya berjarak lima poin dari zona degradasi, membuat ancaman turun kasta semakin nyata. Situasi internal tim juga semakin memanas setelah kapten Cristian Romero sempat melontarkan kritik terhadap hierarki klub di media sosial.

Konteks Kekalahan dari Newcastle United

Pertandingan melawan Newcastle United pada Selasa (10/2/2026) menjadi kekalahan liga ke-11 bagi Tottenham musim ini. Meskipun Tottenham sempat menyamakan kedudukan, tim tamu berhasil mencuri poin penuh setelah menang 2-1. Kekalahan ini semakin mempertegas desakan dari para pendukung agar manajemen segera mengambil tindakan tegas terkait nasib pelatih.

Dalam pertandingan tersebut, Tottenham dilaporkan menghadapi krisis cedera dan suspensi pemain kunci, termasuk kapten Cristian Romero yang sedang menjalani sanksi larangan bermain. Hal ini memaksa Thomas Frank untuk menurunkan tim yang tidak ideal, yang kemudian berujung pada kekalahan.

Rencana Pengganti dan Masa Depan Klub

Sumber yang berbicara kepada ESPN menyebutkan bahwa klub belum menentukan secara pasti siapa pengganti Thomas Frank. Opsi penunjukan pelatih interim dinilai paling mungkin dilakukan pada tahap awal sambil mencari pelatih permanen. Chief executive Vinai Venkatesham dilaporkan akan memberikan pernyataan lanjutan mengenai langkah klub selanjutnya.

Sebelumnya, Spurs dilaporkan sempat ragu untuk mengganti pelatih mengingat banyak masalah tim yang sudah ada sebelum kedatangan Frank dan juga menghadapi banyak cedera pemain. Namun, rentetan hasil buruk yang terus berlanjut akhirnya memaksa manajemen untuk mengambil keputusan drastis. Thomas Frank sendiri sempat menyatakan keyakinannya untuk tetap bertahan di Tottenham, namun keputusan dewan direksi telah mengakhiri harapannya tersebut.

Thomas Frank bergabung dengan Tottenham pada Juni 2025 dengan kontrak berdurasi tiga tahun, menggantikan Ange Postecoglou yang berhasil membawa klub menjuarai Liga Europa musim sebelumnya. Selama delapan bulan menangani Spurs, Frank mencatatkan rekor yang kurang memuaskan, dengan rata-rata poin per pertandingan yang disebut sebagai yang terendah di antara manajer Tottenham di Premier League sejak 2008. Ia memenangkan tujuh dari 26 pertandingan liga yang dijalaninya, dengan rata-rata 1,12 poin per pertandingan.