— Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, melontarkan kritik tajam terhadap performa anak asuhnya menyusul kekalahan kandang 0-2 dari Dewa United pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026. Trucha secara tegas menyebut pertandingan tersebut sebagai laga yang “sangat buruk” bagi timnya.

Dua gol kekalahan PSM Makassar dicetak oleh Vico Duarte pada menit ke-90 dan Alex Martins pada menit ke-90+4. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (14/2/2026) sore WIB, memperpanjang catatan minor PSM di kandang.

Performa Pasif Sejak Awal Laga

Menurut Trucha, timnya tampil jauh di bawah ekspektasi sejak peluit awal dibunyikan. Ia menilai PSM Makassar terlalu pasif, membiarkan Dewa United mendominasi jalannya pertandingan.

“Pertandingan yang sangat buruk hari ini. Sejak awal laga kami hanya melihat Dewa memainkan bola. Kami hanya menunggu mereka mencetak gol. Entah bagaimana kami berhasil bertahan pada babak pertama, tetapi itu babak pertama yang sangat buruk,” ujar Trucha seusai laga kepada wartawan.

Upaya perbaikan di babak kedua dengan memasukkan pemain baru dan meningkatkan penguasaan bola ternyata tidak membuahkan hasil yang signifikan.

“Kami coba melakukan perbaikan saat istirahat, memasukkan pemain dengan tenaga baru, sedikit meningkatkan penguasaan bola untuk lebih menyerang, tetapi tetap saja tidak cukup untuk menciptakan peluang bahkan tidak cukup untuk memberi tekanan pada Dewa,” jelasnya lebih lanjut.

Kartu Merah Perburuk Situasi

Situasi PSM Makassar semakin terjepit ketika bek Victor Luiz diganjar kartu merah pada menit ke-76 setelah menginjak kaki pemain Dewa United, Ricky Kambuaya. Trucha menyayangkan keputusan tersebut, meskipun mengakui adanya intervensi dari Video Assistant Referee (VAR) yang menguatkan vonis wasit.

“Dalam situasi yang sulit, nasib buruk menimpa kami dengan kartu merah. Bagi saya itu agak keras karena saya sering melihat pelanggaran seperti itu hanya diberi kartu kuning, bahkan terkadang tidak kartu sama sekali. Tapi VAR memutuskan kartu merah,” keluhnya. Ia menambahkan bahwa timnya berharap bisa mencetak gol dari bola mati, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Permintaan Maaf kepada Suporter

Pelatih asal Republik Ceska itu menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para suporter PSM Makassar atas kekalahan menyakitkan ini. Terlebih, kekalahan ini terjadi setelah PSM berhasil meraih kemenangan tandang 2-1 atas PSBS Biak pada pekan sebelumnya.

“Saya hanya bisa mengucapkan maaf kepada para penggemar. Kami memenangkan pertandingan tandang sebelumnya dan bukannya mengonfirmasi tiga poin itu, kami justru membuang tiga poin hari ini,” tuturnya dengan nada penyesalan.

“Kerja keras kami Minggu lalu terbuang sia-sia. Kami harus menjadi jauh lebih baik dan berjuang lebih keras, karena ini bukan upaya yang saya inginkan dari tim saya,” tegas Trucha.

Posisi Klasemen yang Tertahan

Bek PSM, Daffa Salman, turut menyampaikan penyesalan mewakili rekan-rekannya. Ia mengakui perjuangan tim dan meminta maaf kepada suporter yang telah hadir di stadion.

“Mungkin kami sudah bekerja susah payah untuk melawan Dewa ini dan Dewa juga berjuang keras untuk mencetak gol. Saat tinggal 10 pemain kami kemasukan,” katanya. “Kami mewakili tim mengucapkan maaf dan terima kasih kepada suporter yang sudah datang. Insya Allah kami akan lebih baik lagi ke depannya,” imbuh Daffa.

Akibat kekalahan ini, PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara BRI Super League dengan mengumpulkan 23 poin. Poin tersebut diraih dari lima kemenangan, delapan hasil imbang, dan delapan kekalahan. Sementara itu, Dewa United menempati posisi ke-12 dengan raihan 24 poin.