— Juara dunia WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, masih menghadapi tantangan besar dalam proses adaptasinya di kelas MotoGP 2026. Salah satu kendala utama yang ia alami adalah karakter ban belakang Michelin yang sangat sensitif, terutama terkait masalah wheelspin atau selip ban saat keluar tikungan.

Rekan setimnya di Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, menjelaskan bahwa perbedaan karakter ban antara MotoGP dan WorldSBK menjadi faktor utama kesulitan pembalap asal Turki tersebut saat menjalani uji coba pramusim di Sepang International Circuit.

Adaptasi Sulit dari WorldSBK ke MotoGP

Razgatlioglu mengikuti Miller saat tes Sepang untuk memahami cara memaksimalkan performa ban Michelin yang dikenal lebih sensitif dibanding ban Pirelli yang digunakan di WorldSBK.

Meski kemampuan pengereman tetap menjadi salah satu keunggulannya, Razgatlioglu masih kehilangan waktu saat keluar tikungan akibat sulit mengontrol traksi ban belakang. Ia menargetkan waktu putaran 1 menit 57 detik, namun catatan terbaiknya masih terpaut jauh dari pembalap tercepat.

Menurut Razgatlioglu, perbedaan karakter ban menjadi tantangan terbesar dalam proses adaptasinya.

“Saat ban Pirelli mengalami spin, masih mudah dikontrol. Tapi ketika ban Michelin mulai berputar, spin tidak berhenti,” terang Toprak sebagaimana kami kutip dari Crash.net,. Jumat, (13/2).

Ia juga mengakui harus mengubah gaya balap secara signifikan. Di WorldSBK, ia terbiasa menggunakan ban belakang untuk membantu motor berbelok dengan teknik sliding dan akselerasi agresif. Namun di MotoGP, pendekatan tersebut justru berdampak negatif terhadap performa.

Razgatlioglu kini mencoba gaya berkendara lebih halus ala Moto2, yakni membuka gas secara bertahap agar traksi tetap terjaga. Timnya juga mempertimbangkan perubahan setup, termasuk suspensi, untuk membantu meningkatkan grip dan stabilitas saat keluar tikungan.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Akui Tes Sepang 2026 Sulit, Prediksi Lima Balapan Pertama Menantang

Jack Miller Jelaskan Karakter Ban Michelin

Miller menegaskan bahwa mengontrol wheelspin merupakan kunci utama dalam memaksimalkan performa ban Michelin di MotoGP. Menurutnya, sekali ban kehilangan traksi, efeknya bisa berlangsung lama.

“Dengan Michelin, saat spin mulai terjadi, ban bisa terus berputar sampai gigi lima atau enam,” jelas Miller.

Ia menambahkan bahwa motor Ducati dikenal memiliki karakter akselerasi yang lebih halus saat keluar tikungan, sehingga lebih mudah mengelola traksi ban Michelin. Transisi beban motor yang lembut saat membuka throttle membantu menjaga stabilitas dan mencegah kehilangan grip.

Miller juga menyoroti masalah traksi pada mesin inline-4 Yamaha sebelumnya, yang dinilai sulit mengatur transfer tenaga ke roda belakang. Hal ini turut memperkuat langkah Yamaha mengembangkan mesin V4 untuk meningkatkan performa dan pengendalian di masa depan.

Target Perbaikan di Buriram Jelang Debut MotoGP

Razgatlioglu masih memiliki kesempatan memperbaiki performanya sebelum seri pembuka MotoGP 2026. Ia dijadwalkan menjalani tes lanjutan di Chang International Circuit, Buriram, pada 21–22 Februari.

Tes tersebut akan menjadi tahap krusial sebelum pembalap Turki itu menjalani debut balap MotoGP di sirkuit yang sama pada akhir pekan berikutnya. Fokus utama tim adalah menemukan setup motor yang mampu meningkatkan grip, membantu proses menikung, serta menyesuaikan gaya balap Razgatlioglu dengan karakter ban Michelin.

Baca Juga: Fermin Aldeguer Dipastikan Absen di MotoGP 2026 Thailand Akibat Cedera Paha

Dengan reputasi sebagai salah satu pembalap paling agresif di WorldSBK, keberhasilan adaptasi Razgatlioglu terhadap karakter MotoGP akan menjadi penentu daya saingnya di musim perdananya di kelas premier.