Ihram.co.id — Pembalap rookie Toprak Razgatlioglu menghadapi situasi unik saat menjalani debutnya di ajang MotoGP 2026. Rider asal Turki tersebut memulai balapan pertamanya di kelas utama bertepatan dengan bulan suci Ramadan, periode di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa.
Razgatlioglu bergabung dengan tim Pramac Racing yang menggunakan motor Yamaha dan menjadi salah satu rookie paling dinantikan musim ini. Kehadirannya di MotoGP mendapat sorotan besar setelah sukses meraih tiga gelar juara dunia di ajang Superbike World Championship.
Pembalap berusia 29 tahun itu menandatangani kontrak jangka panjang dengan Yamaha dan diharapkan dapat membantu pengembangan motor tim, terutama dengan pengalaman panjangnya menggunakan ban Pirelli di World Superbike.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Ungkap Belum Pahami Ban MotoGP, Akui Perlu Crash untuk Belajar
Adaptasi Puasa di Tengah Jadwal Balap Padat
Sebagai satu-satunya pembalap Muslim di grid MotoGP musim ini, Razgatlioglu harus menyesuaikan ibadah Ramadan dengan tuntutan fisik balapan yang sangat tinggi.
Dalam ajaran Islam, puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang mewajibkan umat Muslim menahan makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam. Namun bagi atlet profesional, kondisi ini dapat menjadi tantangan besar karena tingginya kebutuhan energi saat bertanding.
Razgatlioglu mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalankan puasa pada awal Ramadan, tetapi memutuskan menyesuaikan pola makan menjelang balapan untuk menjaga kondisi fisik.
“Hari pertama saya menjalani Ramadan, tetapi setelah mengendarai motor saya membutuhkan energi,” ujarnya kepada situs resmi MotoGP.
“Setelah tes saya kembali berpuasa dua hari. Sekarang saya mulai makan dan minum lagi karena besok balapan dimulai.”
Ia menambahkan akan kembali menjalankan puasa setelah menyelesaikan akhir pekan balapan dan pulang ke Turki.
Dalam praktiknya, atlet Muslim memang diperbolehkan menunda puasa dalam kondisi tertentu, termasuk karena alasan kesehatan atau aktivitas berat.
Dunia Olahraga Semakin Ramah bagi Atlet Muslim
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah cabang olahraga global mulai memberikan perhatian khusus terhadap atlet yang menjalankan ibadah Ramadan.
Kompetisi sepak bola seperti Premier League misalnya, telah menerapkan prosedur khusus untuk memberi kesempatan pemain berbuka puasa saat pertandingan berlangsung.
Di dunia motorsport, penyelenggara balapan seperti Formula One dan FIA World Endurance Championship juga pernah menyesuaikan jadwal balapan di kawasan Timur Tengah agar selaras dengan periode Ramadan.
Debut MotoGP Disebut “Mimpi Jadi Nyata”
Meski menghadapi tantangan fisik dan teknis, Razgatlioglu tetap menyambut debut MotoGP dengan penuh antusiasme. Ia menyebut kesempatan tampil di kelas utama sebagai mimpi yang akhirnya terwujud.
Pada tes pramusim di Buriram, ia mengaku masih kesulitan memahami batas kemampuan ban depan Michelin dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan karakter motor MotoGP yang berbeda dari Superbike.
“Saya sangat bersemangat. Setelah Superbike, perbedaannya sangat besar di sini. Saya sangat senang menjadi pembalap baru di MotoGP karena mimpi saya menjadi kenyataan,” kata Razgatlioglu.
Baca Juga: MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Tercepat, Ungguli Marc Marquez di Sesi Latihan
Meski tidak memasang target tinggi pada seri pembuka di Thailand, ia berharap bisa terus meningkatkan performa sepanjang akhir pekan balapan.
Debut Razgatlioglu di MotoGP 2026 pun menjadi sorotan tidak hanya karena potensi prestasinya di lintasan, tetapi juga karena tantangan unik yang dihadapinya dalam menyeimbangkan tuntutan olahraga elite dengan komitmen keagamaan.
Ikuti Ihram.co.id
