— Dominasi Mercedes-AMG Petronas Formula One Team dalam sesi kualifikasi sprint Formula 1 Chinese Grand Prix 2026 memicu banyak spekulasi bahwa keunggulan mereka berasal dari mesin baru di era regulasi Formula 1 yang mulai berlaku musim ini.

Namun, bos tim Mercedes Toto Wolff menegaskan bahwa performa impresif timnya tidak hanya bergantung pada unit tenaga. Menurutnya, kunci dominasi Mercedes justru berasal dari integrasi menyeluruh antara mesin dan sasis mobil.

Pada kualifikasi sprint yang digelar di Shanghai International Circuit, dua pembalap Mercedes tampil sangat kuat. George Russell merebut pole position sprint, diikuti rekan setimnya Andrea Kimi Antonelli di posisi kedua.

Russell mencatatkan waktu 0,289 detik lebih cepat dibanding Antonelli. Bahkan, jarak Mercedes dengan mobil non-Mercedes terdekat mencapai 0,621 detik, yakni milik juara dunia bertahan Lando Norris dari McLaren Formula 1 Team.

Baca Juga: Starting Grid Sprint F1 GP China 2026: George Russell Pole, Mercedes Kunci Baris Depan

Bukan Sekadar Keunggulan Mesin

Sejak awal musim Formula 1 2026, banyak tim rival menilai mesin Mercedes menjadi faktor utama di balik performa kuat mereka.

Namun Wolff membantah anggapan tersebut. Ia mengatakan Mercedes sudah memulai pengembangan mobil 2026 lebih awal dibanding beberapa pesaingnya, terutama dalam hal penyelarasan antara power unit dan desain sasis.

Menurutnya, pendekatan ini juga dilakukan oleh tim pabrikan lain seperti Scuderia Ferrari serta proyek pabrikan Audi Formula 1 Team, yang memiliki keuntungan karena pengembangan mesin dan mobil dilakukan dalam satu struktur organisasi.

Wolff menilai hasil kerja tim terlihat jelas dari karakter mobil Mercedes W17 yang sangat stabil di lintasan.

“Yang membuat saya paling senang adalah bagaimana mobil ini dikendarai. Jika melihat dari kamera onboard, mobil terasa seperti berjalan di atas rel,” kata Wolff.

Keunggulan Besar Mercedes Ada di Tikungan

Analisis data menunjukkan bahwa Mercedes tidak selalu menjadi yang tercepat di lintasan lurus.

Wolff bahkan menyebut beberapa rival mampu mencatat kecepatan puncak lebih tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh Pierre Gasly dalam beberapa sektor lurus.

Namun, keunggulan utama Mercedes muncul saat mobil memasuki tikungan. Stabilitas mobil dan keseimbangan aerodinamika memungkinkan pembalap Mercedes mempertahankan kecepatan lebih tinggi dibanding rivalnya.

“Kami memiliki keunggulan terutama di tikungan. Dalam beberapa kasus, mobil lain mungkin lebih cepat di trek lurus, tetapi keuntungan waktu kami datang dari sektor tikungan,” ujar Wolff.

McLaren Diprediksi Segera Mengejar

Meski Mercedes terlihat unggul pada awal musim, Wolff memperkirakan persaingan akan semakin ketat dalam beberapa balapan ke depan.

Ia menilai McLaren tetap menjadi rival utama setelah tim tersebut meraih gelar ganda pada musim 2025.

Menurut Wolff, setiap tim membawa konsep teknis berbeda untuk mobil generasi baru 2026. Ia menyebut McLaren Formula 1 Team mengambil beberapa keputusan teknis yang berbeda, termasuk dalam pengaturan rasio gigi gearbox.

Perbedaan pendekatan tersebut bisa saja memberikan keuntungan setelah tim menemukan setelan optimal.

“Saya tidak ragu McLaren adalah organisasi yang sangat kuat. Tidak akan lama sebelum mereka kembali bersaing di barisan depan,” kata Wolff.

Russell: Mobil Mercedes Sangat Menyenangkan Dikendarai

Setelah meraih pole position sprint pertama dalam kariernya, George Russell mengaku sangat puas dengan performa mobil Mercedes musim ini.

Pembalap asal Inggris itu mengatakan mobil W17 terasa sangat stabil dan mudah dikendalikan, sehingga memberikan kepercayaan diri tinggi saat menyerang waktu lap.

Russell bahkan menilai mobil Mercedes musim ini jauh lebih menyenangkan dikendarai dibanding beberapa mobil sebelumnya.

Ia juga menyebut performa mobil sudah terlihat sejak seri pembuka musim di Formula 1 Australian Grand Prix di Albert Park Circuit.

“Kami sudah tahu sejak Melbourne bahwa kami memiliki mobil yang sangat bagus. Mesinnya juga bekerja dengan sangat baik dan hari ini mobilnya benar-benar menyenangkan untuk dikendarai,” ujar Russell.

Mercedes Fokus Perbaiki Start Balapan

Meski dominan dalam kualifikasi, Mercedes masih memiliki satu kelemahan yang ingin segera diperbaiki, yakni start balapan.

Pada seri pembuka di Australia, kedua mobil Mercedes kehilangan posisi setelah start yang kurang optimal. Russell bahkan sempat kehilangan posisi terdepan dari pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, yang melakukan start lebih cepat.

Karena itu, Mercedes kini fokus meningkatkan performa peluncuran mobil dari garis start menjelang sprint race di China.

Baca Juga: Hasil FP1 F1 GP China 2026: Russell Pimpin Dominasi Mercedes, Verstappen di Posisi 8

Russell mengungkapkan bahwa tim telah melakukan sejumlah penyesuaian teknis sejak balapan di Melbourne dan berharap hasilnya bisa terlihat pada sprint race di Shanghai.

“Kami sudah bekerja keras untuk memperbaiki start dan sepertinya ada beberapa peningkatan. Kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti,” kata Russell.