Federasi Sepak Bola Tunisia resmi memberhentikan Sabri Lamouchi dari jabatan pelatih kepala setelah timnya kalah telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Piala Dunia. Keputusan itu diambil menyusul hasil buruk yang dinilai memperberat peluang Tunisia melaju dari fase grup.
Pengganti Lamouchi adalah Hervé Renard, pelatih kawakan asal Prancis, yang dikontrak hanya untuk durasi turnamen. Federasi menyatakan pembicaraan mengenai kerja sama jangka panjang akan dilakukan setelah Piala Dunia selesai.
Lamouchi, 54 tahun, baru memimpin tim nasional sejak Januari 2026. Kekalahan dari Swedia membuat posisi pelatih tersebut tidak lagi dapat dipertahankan, menurut pernyataan federasi.
Tunisia masih memiliki dua laga tersisa di fase grup, yakni menghadapi Jepang pada Sabtu, 20 Juni 2026, dan Belanda pada 25 Juni 2026. Hasil dari dua pertandingan itu menjadi penentu kesempatan Tunisia melaju ke babak selanjutnya.
Rekam Jejak Hervé Renard
Hervé Renard dikenal luas sebagai spesialis tim nasional di kawasan Afrika dan dunia Arab. Dalam kariernya, ia pernah menjuarai Piala Afrika bersama Zambia dan Pantai Gading.
Renard juga berpengalaman di panggung Piala Dunia dengan memimpin Maroko pada 2018 dan Arab Saudi pada 2022. Ia sempat menangani tim nasional wanita Prancis dan kembali memimpin Arab Saudi hingga April 2026.
Tradisi Pergantian Pelatih
Pemecatan pelatih saat atau dekat dengan Piala Dunia bukan pertama kali terjadi dalam sejarah turnamen. Tunisia sendiri pernah melakukan pergantian pelatih pada Piala Dunia 1998, sementara contoh lain juga tercatat di tim nasional lain pada edisi-edisi sebelumnya.
Sekarang tugas menanti Renard adalah memulihkan kondisi tim dalam waktu singkat. Sejak pertama kali berpartisipasi, Tunisia telah tampil tujuh kali di Piala Dunia, namun belum pernah melaju melewati fase grup.
Kekalahan 1-5 dari Swedia menjadi pukulan berat bagi catatan internasional Tunisia dan menjadi alasan utama penunjukan pelatih baru untuk sisa turnamen.
Ikuti Ihram.co.id
