Ihram.co.id — Cristiano Ronaldo dilaporkan tidak bahagia dan melakukan aksi mogok dari klubnya, Al Nassr, menyusul kepindahan Karim Benzema dari Al Ittihad ke Al Hilal. Situasi ini memicu spekulasi liar mengenai masa depan pemain asal Portugal tersebut, termasuk kemungkinan kembalinya ia ke Manchester United untuk kali ketiga. Namun, pandangan tersebut dibantah oleh mantan rekan setimnya di Manchester United, Wes Brown.
Menurut laporan media, Ronaldo memprotes keputusan klub yang dinilainya tidak mendapatkan dukungan yang setara dalam bursa transfer dibandingkan klub lain yang juga dimiliki oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, seperti Al Hilal. Kepindahan Benzema ke Al Hilal, rival Al Nassr dalam perebutan gelar juara, dianggap memperkuat dugaan ketidakadilan tersebut. Al Hilal kini memimpin klasemen Liga Pro Arab Saudi dengan selisih satu poin dari Al Nassr.
Wes Brown Bantah Kepulangan ke Manchester United
Spekulasi mengenai kepulangan Ronaldo ke Old Trafford mencuat, mengingat kontraknya di Al Nassr masih menyisakan 18 bulan dengan nilai fantastis sekitar £488.000 per hari. Namun, Wes Brown secara tegas menyatakan bahwa skenario tersebut sangat tidak mungkin terjadi. “Dia memang tidak bahagia, tapi apakah Cristiano Ronaldo akan kembali ke Manchester United untuk ketiga kalinya? Menurut saya tidak,” ujar Brown, dilansir dari Mirror.
Brown menambahkan bahwa ia tidak melihat adanya kemungkinan Ronaldo kembali ke Manchester United. “Saya tidak melihat bagaimana itu bisa terjadi,” tegasnya. Situasi ketidakpuasan Ronaldo di Al Nassr memang menjadi sorotan utama, terutama setelah ia tidak masuk dalam daftar skuad Al Nassr saat menghadapi Al Riyadh pada Senin (2/2/2026), sebagai bentuk protesnya. Tindakan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat status Ronaldo sebagai salah satu ikon sepak bola global.
Opsi Karier Ronaldo Selanjutnya
Meskipun peluang kembali ke Manchester United tertutup, Brown menyebutkan bahwa Ronaldo masih memiliki banyak opsi lain untuk melanjutkan kariernya. “Mungkin ke MLS? Mungkin. Atau mungkin dia kembali ke Portugal dan bermain di sana. Saya yakin dia masih akan punya banyak pilihan,” papar Brown. Ia juga menekankan bahwa prioritas utama Ronaldo saat ini adalah menjaga kebugarannya agar tetap bisa bermain dan berpeluang tampil di Piala Dunia mendatang.
Laporan dari media Portugal, Record, juga menyebutkan bahwa Ronaldo sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri kontraknya dengan Al Nassr lebih awal. Opsi yang paling santer terdengar adalah kepindahan ke Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat atau kembali ke Eropa. Beberapa media bahkan mengabarkan adanya klausul pelepasan senilai 50 juta euro yang bisa diaktifkan jika ada klub yang berminat. Namun, pihak Al Nassr sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait situasi yang dialami pemain bintangnya tersebut.
Latar Belakang Ketidakpuasan Ronaldo
Ketidakpuasan Ronaldo berakar pada dugaan perlakuan yang tidak setara dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. PIF menguasai saham mayoritas di empat klub Liga Pro Arab Saudi, termasuk Al Nassr, Al Hilal, dan Al Ittihad. Ronaldo merasa timnya, Al Nassr, tidak mendapatkan dukungan finansial yang memadai dalam bursa transfer jika dibandingkan dengan Al Hilal, yang berhasil mendatangkan pemain-pemain bintang seperti Karim Benzema. Al Hilal sendiri saat ini memimpin klasemen sementara Liga Pro Arab Saudi, mengungguli Al Nassr dengan selisih satu poin.
Situasi ini memicu perdebatan mengenai strategi PIF dalam menyeimbangkan persaingan di liga. Di satu sisi, kedatangan pemain bintang seperti Ronaldo dan Benzema diharapkan dapat mendongkrak popularitas liga. Namun, di sisi lain, kekhawatiran akan dominasi satu atau dua klub tertentu juga muncul. Ronaldo, yang telah mencetak 91 gol dalam 95 pertandingan liga untuk Al Nassr sejak Januari 2023, merasa perannya sebagai duta sepak bola Arab Saudi belum sepenuhnya dihargai.
Ikuti Ihram.co.id
