— Karier Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid resmi berakhir lebih cepat dari perkiraan. Meski harus angkat kaki dari Santiago Bernabeu, pelatih asal Spanyol itu mengaku tetap bangga dengan dedikasi yang telah ia berikan selama tujuh bulan masa jabatannya.

Puncak Kekecewaan Manajemen

Keputusan pemecatan ini diambil manajemen Los Blancos pada Senin (12/1/2026) malam WIB, kurang dari 24 jam setelah kekalahan menyakitkan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026.

Hasil tersebut menjadi titik nadir bagi manajemen yang mulai meragukan kinerja Alonso.

Xabi Alonso Sudah Lakukan Yang Terbaik Di Real Madrid. (reuters/vincent West)
Xabi Alonso sudah lakukan yang terbaik di Real Madrid. (REUTERS/Vincent West)

Performa Real Madrid dilaporkan terus menurun sejak November lalu. Dari 14 pertandingan terakhir, Alonso hanya mampu mempersembahkan tujuh kemenangan.

Dampaknya, posisi puncak klasemen LaLiga pun harus rela diserahkan kepada rival abadi mereka, Barcelona.

Kehilangan Kendali Ruang Ganti

Selain faktor teknis di lapangan, keretakan hubungan antara Alonso dengan sejumlah pemain kunci menjadi alasan lain di balik pemecatannya.

Alonso dinilai telah kehilangan kendali atas ruang ganti, sehingga manajemen merasa perubahan harus segera dilakukan demi kebaikan tim.

Padahal, kedatangan Alonso pada Mei lalu disambut dengan ekspektasi tinggi menyusul kesuksesan besarnya bersama Bayer Leverkusen.

Namun, realita di Madrid ternyata jauh lebih sulit bagi sang mantan gelandang legendaris tersebut.

Pernyataan Perpisahan Alonso

Melalui unggahan di media sosial, Alonso menyampaikan pesan emosional kepada seluruh elemen klub. Ia menegaskan tidak menyimpan dendam meski perjalanannya berakhir dengan pemutusan kontrak.

“Fase profesional saya sudah selesai, dan tidak berakhir seperti yang kita inginkan. Melatih Real Madrid merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar,” ujar Alonso.

Ia juga menambahkan rasa terima kasihnya kepada para pendukung setia.

“Aku berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama untuk semua fans Madrid atas dukungan serta kepercayaan mereka. Aku pergi dengan rasa bangga, respek, dan puas karena sudah melakukan yang terbaik,” tulisnya.

Statistik Selama Menjabat

Selama menukangi Real Madrid, Xabi Alonso mencatatkan statistik yang sebenarnya tidak terlalu buruk, namun dianggap kurang memadai untuk standar tinggi klub tersebut. Berikut adalah rincian performa Madrid di bawah asuhannya:

KategoriJumlah
Kemenangan24
Imbang4
Kekalahan6

Kini, Real Madrid harus segera mencari sosok pengganti untuk menyelamatkan sisa musim 2025/2026, sementara Alonso bersiap untuk babak baru dalam karier kepelatihannya.