Xiaomi resmi memamerkan desain dan sejumlah spesifikasi utama Redmi Turbo 5 Max, ponsel terbaru yang diklaim membawa baterai terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Perangkat ini diposisikan sebagai smartphone berorientasi performa dengan pendekatan desain dan material yang semakin mendekati kelas flagship.

Informasi tersebut dibagikan Xiaomi melalui kanal resmi mereka, memperlihatkan wujud final Redmi Turbo 5 Max beserta beberapa detail teknis kunci yang menjadi daya tarik utama perangkat ini. Kehadiran model ini menegaskan ambisi Xiaomi untuk kembali mengaburkan batas antara ponsel kelas menengah berperforma tinggi dan perangkat premium.

Baca Juga: POCO X8 Pro Max dan REDMI Turbo 5 Max Jadi HP Pertama Dunia dengan Dimensity 9500s

Desain Premium dengan Rangka Logam

Desain Redmi Turbo 5 Max
Foto: Xiaomi

Dari sisi desain, Redmi Turbo 5 Max tampil berbeda dibanding generasi sebelumnya. Xiaomi meninggalkan rangka plastik dan beralih ke rangka logam hasil proses CNC, dipadukan dengan panel belakang berbahan fiberglass. Pilihan material ini memberikan kesan kokoh sekaligus premium, sekaligus meningkatkan daya tahan perangkat dalam penggunaan harian.

Bagian sudut perangkat dibuat membulat dengan bingkai layar yang tipis, menciptakan tampilan modern dan simetris. Modul kamera belakang mengusung desain berbentuk lintasan balap (racetrack-shaped deco) berbahan metal, yang menyatu dengan bodi belakang. Xiaomi juga menambahkan elemen visual berupa garis cahaya berbentuk cincin ganda menyerupai turbin, yang berfungsi sebagai aksen notifikasi dan penunjang estetika, khususnya pada varian warna “Sea Breeze Blue”.

Baterai 9.000 mAh, Terbesar dalam Sejarah Xiaomi

Baterai 9000 Mah Xiaomi Redmi Turbo 5 Max
Foto: Xiaomi

Sorotan utama Redmi Turbo 5 Max terletak pada sektor daya. Xiaomi secara resmi mengonfirmasi bahwa perangkat ini dibekali baterai berkapasitas 9.000 mAh, menjadikannya baterai terbesar yang pernah digunakan pada smartphone Xiaomi.

Baterai tersebut menggunakan teknologi silikon-karbon berdensitas tinggi yang dikembangkan Xiaomi dengan nama internal “Jinshajiang”. Dengan kepadatan energi mencapai 894 Wh/L, baterai ini dirancang untuk memberikan daya tahan panjang tanpa membuat dimensi ponsel menjadi terlalu tebal. Xiaomi mengklaim kapasitas tersebut mampu menopang penggunaan berat seharian penuh, termasuk aktivitas gaming, konsumsi multimedia, dan produktivitas intensif.

Strategi Global: Hadir sebagai POCO X8 Pro Max

Redmi 5turbo Max Akan Jadi Poco X8 Pro Max
Foto: Xiaomi

Untuk pasar global, Redmi Turbo 5 Max dipastikan tidak akan dirilis dengan merek Redmi. Xiaomi berencana meluncurkan perangkat ini secara internasional dengan nama POCO X8 Pro Max, mengikuti pola rebranding yang sebelumnya kerap dilakukan perusahaan.

Meski demikian, kapasitas baterai versi global diperkirakan akan sedikit berbeda. Berdasarkan praktik Xiaomi sebelumnya, varian internasional umumnya dibekali kapasitas baterai yang lebih kecil dibanding versi China, menyesuaikan regulasi keselamatan dan standar pengisian daya di berbagai negara. Kendati begitu, POCO X8 Pro Max tetap diproyeksikan menjadi salah satu ponsel dengan daya baterai terbesar di segmen menengah global.

Spesifikasi Inti Masih Dirahasiakan

Hingga kini, Xiaomi belum mengungkap secara resmi detail prosesor, konfigurasi kamera, maupun harga Redmi Turbo 5 Max. Namun, dengan embel-embel “Max” dan fokus performa yang ditekankan, perangkat ini diperkirakan akan menggunakan chipset kelas atas yang mendekati segmen flagship.

Xiaomi juga belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi, baik untuk pasar China maupun global. Meski demikian, dengan desain dan spesifikasi kunci yang sudah diperlihatkan, peluncuran penuh Redmi Turbo 5 Max diperkirakan akan berlangsung dalam waktu dekat.

Baca Juga: Xiaomi Konfirmasi Redmi Turbo 5 Max Ditenagai MediaTek Dimensity 9500s, Skor AnTuTu Capai 3,61 juta poin

Jika Xiaomi mampu mempertahankan harga agresif sambil membawa rangka logam dan baterai raksasa, Redmi Turbo 5 Max berpotensi menjadi salah satu penantang terkuat di pasar smartphone performa tinggi pada 2026.