Ihram.co.id — Pertandingan sarat gengsi bertajuk Derby della Madonnina pada lanjutan kompetisi Serie A sukses menyajikan kejutan besar. AC Milan berhasil menumbangkan rival sekotanya, Inter, dengan skor tipis 1-0 pada laga yang digelar Senin, 9 Maret 2026. Kemenangan krusial ini tidak hanya mengamankan tiga poin bagi kubu Rossoneri, tetapi juga secara resmi menghentikan laju kemenangan beruntun yang tengah dinikmati oleh tim tamu.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi bukti nyata bahwa efektivitas penyelesaian akhir mampu meruntuhkan dominasi penguasaan bola yang ditunjukkan oleh skuad asuhan pelatih Inter.
Runtuhnya Rekor Sempurna Inter
Sebelum bertandang ke markas AC Milan, Inter datang dengan kepercayaan diri penuh berkat catatan impresif berupa enam kemenangan berturut-turut di ajang Serie A. Skuad Nerazzurri sebelumnya berhasil menaklukkan lawan-lawannya tanpa henti sejak pertengahan Januari, dengan rincian sebagai berikut:
- Kemenangan 1-0 melawan Lecce pada 15 Januari.
- Kemenangan tandang 0-1 atas Udinese pada 17 Januari.
- Pesta gol kemenangan 6-2 melawan Pisa pada 24 Januari.
- Kemenangan 0-2 di kandang Cremonese pada 2 Februari.
- Kemenangan 0-2 saat melawat ke markas Lecce pada 22 Februari.
- Kemenangan 2-0 atas Genoa pada 1 Maret.
Namun, rekor fantastis yang telah dibangun dengan susah payah tersebut harus pupus di tangan rival abadi mereka.
Pervis Estupiñán Jadi Penentu Kemenangan
AC Milan berhasil mencuri gol dan mengunci kemenangan lewat aksi brilian pada paruh pertama pertandingan. Pervis Estupiñán tampil sebagai pahlawan dengan mencetak satu-satunya gol pada laga ini tepat di menit ke-35.
Gol penentu tersebut tidak lepas dari visi bermain dan umpan matang atau assist yang disodorkan secara presisi oleh gelandang AC Milan, Youssouf Fofana.
Dominasi Inter yang Berakhir Sia-sia
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan bagi Inter karena mereka sejatinya tampil sangat mendominasi jalannya pertandingan. Data statistik pertandingan menunjukkan bahwa skuad Nerazzurri memegang kendali penguasaan bola hingga 63 persen, sementara tuan rumah AC Milan harus lebih banyak bertahan dengan catatan 37 persen.
Selain itu, intensitas serangan Inter juga lebih tinggi. Mereka melepaskan total 10 tembakan, berbanding 9 percobaan tembakan yang dilakukan oleh AC Milan. Tingkat ancaman dari peluang yang diciptakan Inter juga jauh lebih superior, tercermin dari nilai harapan gol (Expected Goals atau xG) yang menyentuh angka 1.18, sedangkan xG milik AC Milan hanya sebesar 0.77. Kendati demikian, tidak ada satupun peluang Inter yang berbuah gol hingga akhir laga.
Ikuti Ihram.co.id
