— Ruas Jalan Tol Palembang-Betung diproyeksikan mulai dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pembukaan fungsional ini difokuskan pada sejumlah ruas yang saat ini pembangunannya belum rampung sepenuhnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah meninjau langsung progres pembangunan proyek tersebut. AHY menginstruksikan agar pembangunan Tol Palembang-Betung segera dituntaskan guna mengurai titik kemacetan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

Progres Konstruksi dan Rencana Operasional

Hingga saat ini, perkembangan konstruksi Jalan Tol Palembang-Betung Seksi 1 (Palembang-Rengas) sepanjang 21,5 km dan Seksi 2 (Rengas-Pangkalan Balai) sepanjang 33 km telah mencapai angka 89,91 persen. Sementara itu, untuk progres pembebasan lahan pada kedua seksi tersebut saat ini sudah menyentuh 93,85 persen.

Berdasarkan keterangan AHY, ruas tol Seksi 1 dan 2 diproyeksikan dapat difungsionalkan secara terbatas pada periode Lebaran 2026. Pengoperasian ini akan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kelayakan teknis, serta kesiapan layanan operasional di lapangan.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan kunjungan Menko Infrastruktur menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menjaga kualitas konstruksi dan mempercepat penyelesaian pekerjaan.

“Kami memastikan kesiapan layanan operasional agar manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Mardiansyah dalam keterangannya, mengutip dari Kompas, Sabtu (14/2/2026).

Efisiensi Waktu Tempuh dan Fasilitas Tol

Hadirnya Jalan Tol Palembang-Betung yang terintegrasi dengan Jembatan Musi V diperkirakan akan memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan. Perjalanan dari Palembang menuju Betung yang sebelumnya memakan waktu 3 hingga 4 jam diprediksi dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 1 jam.

Ruas tol ini merupakan bagian dari koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Palembang dengan Betung, serta nantinya akan terintegrasi langsung menuju Jambi. Infrastruktur ini difungsikan untuk memperkuat konektivitas regional, memperlancar arus logistik, serta menurunkan biaya distribusi di wilayah tersebut.

Terkait fasilitas teknis, Jalan Tol Palembang-Betung akan memiliki dua Gerbang Tol (GT), yakni GT Rengas dan GT Pangkalan Balai. Selain itu, terdapat dua Simpang Susun (SS), yaitu SS Gandus dan SS Pulau Rimo.

Jaringan Jalan Tol Trans Sumatera

Jalan Tol Palembang-Betung merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 111,6 km. Saat ini, ruas yang sudah beroperasi penuh adalah Seksi 1 dan 2A yang menghubungkan Kayu Agung hingga Kramasan sepanjang 42,5 km.

Hingga saat ini, Hutama Karya tercatat telah membangun JTTS sepanjang kurang lebih 1.235 km, mencakup ruas yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap konstruksi. Berikut adalah daftar ruas tol JTTS yang telah beroperasi penuh:

  • Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (140 Km)
  • Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 Km)
  • Tol Palembang – Indralaya (22 Km)
  • Tol Indralaya – Prabumulih (64 Km)
  • Tol Betung – Jambi Seksi 3 (Bayung Lencir – Tempino) (33,6 Km)
  • Tol Bengkulu – Taba Penanjung (16,725 Km)
  • Tol Pekanbaru – Dumai (132 Km)
  • Tol Medan – Binjai (17 Km)
  • Tol Binjai – Langsa Seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km)
  • Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar (55,4 Km)
  • Tol Padang – Sicincin (35,45 Km)
  • Tol Indrapura – Kisaran (48 Km)
  • Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Sinaksak (91 Km)
  • Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2-6 (49 Km)

Pembangunan infrastruktur strategis nasional ini melibatkan sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Perhubungan, serta Hutama Karya.