— Pembalap Spanyol, Alex Marquez, mengungkapkan bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan MotoGP ketika masih membela Honda. Keraguan terhadap kemampuannya bersaing di kelas premier sempat muncul setelah beberapa musim yang sulit di awal kariernya.

Pengakuan tersebut disampaikan Marquez dalam wawancara dengan media Italia Motosprint. Ia menyebut periode tersebut sebagai momen paling berat dalam perjalanan kariernya di MotoGP.

Baca Juga: Bagnaia Nilai Alex Marquez Salah Satu Kunci Pengembangan Motor Ducati GP26

Awal Karier Sulit di MotoGP

Alex Marquez naik ke kelas MotoGP pada musim 2020 setelah menjuarai Moto2 pada 2019. Ia langsung direkrut oleh tim pabrikan Honda yang dipimpin oleh manajer tim Alberto Puig.

Namun kesempatan bersama tim utama hanya berlangsung satu musim sebelum ia dipindahkan ke tim satelit LCR Honda.

Selama dua musim bersama LCR, performanya tidak terlalu menonjol. Marquez bahkan dikenal cukup sering mengalami kecelakaan dan mencatat total 10 kali gagal finis (DNF).

Pada periode tersebut ia hanya mampu mengakhiri musim di posisi ke-16 dan ke-17 klasemen akhir, dengan performa yang relatif berimbang dengan rekan setimnya, Takaaki Nakagami.

Hasil tersebut membuat masa depan Marquez di MotoGP sempat diragukan.

Sempat Meragukan Kemampuannya

Marquez mengaku sempat mengalami dilema besar mengenai masa depannya di MotoGP. Sebagian dari dirinya merasa tidak cukup kompetitif untuk bertahan di kelas premier.

“Itu adalah momen tersulit. Sebagian dari diri saya mengatakan ‘kamu tidak bisa melakukannya’, sementara bagian lain ingin terus mencoba,” kata Marquez.

Ia akhirnya memilih untuk mendengarkan sisi optimistis dalam dirinya dan memutuskan untuk memberi satu kesempatan terakhir untuk tetap bertahan di MotoGP.

“Saya memberi diri saya satu kesempatan terakhir dengan motor yang kompetitif dan tim yang tepat untuk melihat apakah saya mampu.”

Titik Balik Bersama Gresini

Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik ketika Marquez bergabung dengan Gresini Racing yang menggunakan motor dari Ducati.

Performa Marquez langsung meningkat. Ia berhasil meraih podium MotoGP pertamanya hanya pada balapan kedua bersama tim tersebut pada musim 2023.

Pada musim yang sama, Marquez juga meraih dua kemenangan sprint race masing-masing di Silverstone Circuit dan Sepang International Circuit.

Kebangkitan performa Gresini bersama Ducati bahkan menarik perhatian kakaknya, Marc Marquez, yang kemudian bergabung dengan tim tersebut pada musim berikutnya.

Keluar dari Bayang-bayang Marc Marquez

Meski sempat kembali berada dalam sorotan karena satu tim dengan sang kakak, Alex Marquez perlahan mampu membuktikan kemampuannya sendiri.

Performa konsisten sepanjang musim membuatnya mampu finis sebagai runner-up MotoGP 2025, sebuah pencapaian terbaik dalam kariernya di kelas premier.

Alex sebelumnya telah meraih gelar juara dunia di kelas Moto3 dan Moto2, sehingga ia berpeluang melengkapi koleksi gelarnya jika mampu menjadi juara MotoGP di masa depan.

Awal Musim 2026 Belum Maksimal

Meski sempat disebut sebagai salah satu kandidat kuat perebutan gelar musim ini, Alex Marquez memulai MotoGP 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan.

Pada seri pembuka di Buriram, ia hanya mampu finis di posisi ke-11 pada sprint race di Chang International Circuit.

Sementara dalam balapan utama, ia gagal finis setelah mengalami insiden di tengah lomba.

Meski demikian, Marquez tetap dipandang sebagai salah satu pembalap yang berpotensi bersaing di papan atas musim ini karena menggunakan motor terbaru Ducati GP26.

Baca Juga: Neil Hodgson: Alex Marquez Jadi Rival Utama Marc Marquez di MotoGP 2026, Bukan Bagnaia

Masa Depan Berpotensi Berubah

Meski memiliki hubungan emosional kuat dengan Gresini, masa depan Alex Marquez disebut-sebut dapat berubah dalam beberapa musim mendatang.

Ia dirumorkan berpeluang bergabung dengan KTM pada musim 2027 untuk menggantikan Pedro Acosta yang dikabarkan akan pindah ke Ducati.

Jika skenario tersebut terjadi, Alex Marquez akan menghadapi tantangan baru dalam upayanya meraih gelar juara dunia MotoGP.