Ihram.co.id — Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, enggan jemawa meski timnya berhasil meraih kemenangan penting 1-0 atas rival sekota, Inter Milan, dalam laga bertajuk Derby della Madonnina pada pekan ke-28 Serie A musim 2025-2026.
Gol semata wayang Pervis Estupiñán pada menit ke-35 di Stadion San Siro, Minggu (8/3/2026), memang berhasil memangkas jarak di klasemen sementara. Namun, Allegri menegaskan bahwa Inter Milan tetap menjadi tim favorit juara Scudetto musim ini.
Kemenangan ini terasa spesial bagi AC Milan karena mereka berhasil mengulang capaian musim 2011 saat meraih gelar Serie A, di mana mereka juga memenangkan kedua pertemuan derby melawan Inter.
Meskipun demikian, Allegri mengingatkan bahwa situasi saat ini berbeda dan keunggulan tujuh poin yang dimiliki Inter sangat signifikan. “Kami memenangi liga musim itu, tetapi sekarang Inter memiliki keunggulan tujuh poin, yang sangat besar,” ujar Allegri, dilansir dari kompas.
Fokus pada Tujuan Tim
Allegri menyatakan bahwa timnya telah bekerja keras selama enam hingga tujuh bulan untuk mencapai kondisi terbaik di bulan Maret, waktu krusial di mana musim akan ditentukan.
“Kami telah mencapai 60 poin, menjaga jarak dari Como dan Juventus di belakang. Kami bekerja selama enam bulan untuk mencapai kondisi terbaik di bulan Maret: sekarang musim ini telah ditentukan,” tambahnya.
Poin penting bagi Milan adalah menjaga jarak dari tim-tim di bawah mereka seperti Juventus, Como, dan AS Roma, yang semuanya tertinggal cukup jauh.
Meskipun meraih kemenangan derby dan memangkas jarak, Allegri menekankan bahwa AC Milan belum mencapai tujuan utama mereka. “Namun, kami tahu bahwa saat ini kami belum mencapai tujuan kami. Kami harus tetap rendah hati,” tegasnya.
Fokus utama tim, menurut Allegri, adalah mengamankan posisi di zona Liga Champions musim depan, sembari tetap berupaya menjaga momentum dalam perburuan Scudetto.
Persiapan Taktis dan Apresiasi Pemilik Klub
Gol kemenangan AC Milan dicetak oleh Pervis Estupiñán setelah menerima assist dari Youssouf Fofana. Allegri mengungkapkan bahwa gol tersebut merupakan hasil dari persiapan taktis yang telah mereka matangkan. Ia menjelaskan bahwa situasi gol tersebut memang telah diantisipasi, dengan memanfaatkan kelemahan pertahanan lawan.
“Luis Henrique adalah pemain yang bagus, tetapi kami telah menyiapkan situasi itu. Sebelum gol, ada umpan silang dari Rabiot, dan jika Estupiñán membacanya sedikit lebih awal, dia bisa memotongnya,” ungkap Allegri, merujuk pada taktik yang diterapkan.
Kehadiran pemilik klub, Gerry Cardinale, di stadion dan ruang ganti pasca-pertandingan turut memberikan semangat tambahan bagi tim. Allegri menceritakan momen ketika Cardinale masuk ke ruang ganti dan memberikan selamat kepada para pemain.
“Cardinale masuk ke ruang ganti, saya berbicara dengan tim lalu pergi karena harus melakukan wawancara, dan kami sangat senang bahwa semua klub, semua pemilik, memberi selamat kepada para pemain,” kata Allegri. Namun, ia kembali menekankan pentingnya tetap membumi dan fokus pada target yang belum tercapai.
Inter Tetap Unggulan
Meskipun AC Milan berhasil memenangkan kedua pertemuan derby melawan Inter di Serie A musim ini untuk pertama kalinya sejak 2010-2011, Allegri tetap realistis mengenai peluang juara. Ia mengakui bahwa Inter Milan, dengan keunggulan tujuh poin dan statusnya sebagai tim yang lebih kuat, tetap menjadi favorit utama peraih Scudetto.
“Inter memiliki keunggulan tujuh poin di puncak, itu keuntungan besar, mereka masih tim terkuat dan favorit jelas,” tegas Allegri.
Allegri juga menyoroti bahwa timnya telah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk mencapai performa puncak di bulan Maret, yang merupakan fase penentuan musim. “Kami bekerja tujuh bulan untuk memastikan kami mencapai Maret dalam kondisi terbaik, karena di sinilah pertandingan terpenting musim ini dimainkan dan semuanya diputuskan,” jelasnya.
Kemenangan derby ini memang memberikan dorongan moral dan tiga poin krusial, membawa AC Milan mengoleksi 60 poin, namun perjalanan menuju gelar juara masih panjang dan penuh tantangan.
Ikuti Ihram.co.id
