Ihram.co.id — Jurnalis olahraga terkemuka, Paco González, melontarkan kritik keras terhadap Alvaro Arbeloa terkait praktik memainkan banyak pemain di luar posisi asli mereka. González menyatakan kebingungannya atas strategi tersebut, yang dinilainya tidak memberikan solusi dan justru menimbulkan pertanyaan tanpa jawaban yang jelas. Kritik ini muncul setelah menyaksikan penampilan Real Madrid dalam beberapa pertandingan terakhir.
“kecuali Mbappé dan Vinicius, tidak ada yang bermain di tempat mereka” ujar Paco Gonzalez seperti dikutip dari Mundo Deportivo.
Menurut González, situasi ini sangat membingungkan. Ia juga mempertanyakan inkonsistensi performa tim, seperti bermain baik melawan Villarreal namun tampil buruk di Lisbon, atau hanya bermain bagus selama setengah jam melawan Rayo Vallecano sebelum menghilang.
“Saya tidak mengerti apa-apa,” ujar direktur program ‘Tiempo de Juego’ di Cadena Cope, seperti dilansir dari Mundo Deportivo. “Mengapa Real Madrid bermain bagus di Villarreal, buruk di Lisbon, mengapa bermain bagus dengan sepuluh orang atau hanya bermain bagus setengah jam melawan Rayo Vallecano, dan menghilang selama satu jam?”
Perubahan Pelatih Tak Ubah Permainan
Lebih lanjut, González juga mempertanyakan efektivitas pergantian pelatih jika permainan tim tidak menunjukkan perubahan signifikan. Ia menyoroti formasi yang digunakan saat melawan Rayo Vallecano, di mana tim diakhiri dengan lima penyerang dan hanya satu gelandang tengah.
“Mengapa pelatih diganti untuk terus bermain seperti ini? Mengapa diakhiri melawan Rayo dengan lima penyerang dan hanya satu gelandang?” tanyanya.
Sorotan tajam juga diarahkan pada keputusan memainkan Franco Mastantuono sebagai starter, apalagi dengan biaya transfer yang dilaporkan mencapai 63 juta Euro. Pertanyaan tentang peran dan kontribusi pemain muda tersebut semakin menambah daftar kebingungan sang jurnalis.
“Mengapa Mastantuono menjadi starter dan mengapa harganya 63 juta Euro? Sungguh, saya tidak mengerti sama sekali,” tegasnya.
Eksperimen Posisi Pemain yang Tak Lazim
Paco González merinci lebih lanjut mengenai keanehan posisi pemain dalam susunan tim. Ia menyebutkan bahwa beberapa pemain bertahan sebenarnya adalah gelandang, gelandang bertahan berubah menjadi gelandang serang, dan pemain sayap kanan bertransformasi menjadi penyerang tengah.
“Tiga dari bek adalah gelandang. Para gelandang adalah gelandang serang. Sayap kanan adalah penyerang tengah,” jelasnya.
Situasi ini membuat González menyimpulkan bahwa, kecuali Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior, hampir tidak ada pemain lain yang bermain di posisi alami mereka. Ia juga meragukan apakah situasi ini memiliki penjelasan yang sederhana atau solusi ajaib.
“Saya ragu ada penjelasan sederhana. Penyebabnya bukan satu, di sini pasti ada cukup banyak penyebab dan saya tidak percaya ada solusi ajaib,” ungkapnya, seperti dikutip dari Mundo Deportivo.
Ikuti Ihram.co.id
