— Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa misi timnya menghadapi Benfica pada babak playoff Liga Champions, Rabu (18/2) dini hari WIB, bukanlah upaya balas dendam namun memang tujuan awalnya adalah menjuarai Liga Champions.

Kekalahan pada matchday terakhir tersebut menyebabkan Los Blancos gagal mengamankan tiket lolos langsung ke babak 16 besar. Sebaliknya, Benfica berhasil menembus zona playoff berkat kemenangan tersebut setelah sebelumnya tidak pernah masuk dalam zona kelolosan fase gugur.

Fokus Menuju Gelar Liga Champions

Berdasarkan hasil undian playoff, kedua tim kembali dipertemukan dalam waktu singkat setelah bentrokan di fase liga. Meski demikian, Arbeloa menyatakan bahwa laga mendatang memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar menebus kekalahan sebelumnya.

“Tujuan kami bukanlah untuk balas dendam pada Benfica, tujuan kami adalah memenangkan Liga Champions dan mengalahkan Benfica adalah langkah untuk menuju ke sana,” ujar Arbeloa sebagaimana dikutip dari situs resmi Liga Champions.

Arbeloa memprediksi Benfica akan tampil maksimal dalam pertandingan nanti. Ia mengingatkan skuatnya untuk meningkatkan kesiapan guna menghadapi pola permainan lawan yang dinilai terorganisasi.

Faktor Kepemimpinan Jose Mourinho

Menurut Arbeloa, performa Benfica saat ini tidak lepas dari peran pelatih mereka, Jose Mourinho. Ia menilai Mourinho sebagai sosok pemimpin yang mampu mengarahkan cara bermain tim dengan sangat baik di lapangan.

Arbeloa mengaku tidak terkejut dengan hasil pertandingan pada fase liga sebelumnya yang berakhir dengan kemenangan Benfica. Ia mengklaim sudah memahami karakter tim yang berada di bawah asuhan pelatih asal Portugal tersebut.

“Benfica tidak mengejutkan saya sama sekali di laga terakhir karena saya tahu seperti apa tim yang ditangani Jose Mourinho. Situasi bahkan bakal tetap sama bila Mourinho memainkan tim usia muda,” tutur Arbeloa.

Menjelang laga krusial ini, Real Madrid telah melakukan evaluasi mendalam terhadap pertemuan terakhir mereka tiga pekan lalu. Arbeloa menegaskan timnya telah melakukan analisis teknis dan siap melakoni pertandingan dengan kondisi yang berbeda di babak playoff.