Ihram.co.id — Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengidentifikasi bek kiri Ferland Mendy sebagai elemen krusial dalam strategi timnya untuk menghadapi Bayern Munchen pada babak perempat final Liga Champions mendatang.
Keputusan ini terbilang mengejutkan mengingat rekam jejak cedera Mendy musim ini, namun Arbeloa meyakini soliditas defensif Mendy akan menjadi pembeda dalam pertandingan krusial tersebut. Laporan dari Defensa Central mengindikasikan bahwa Arbeloa melihat Mendy sebagai kartu AS yang dapat membantu Real Madrid menaklukkan raksasa Jerman tersebut.
Bayern Munchen saat ini tengah dalam performa terbaiknya di Eropa, dengan kedalaman skuad dan kualitas pemain yang merata. Menghadapi tim sekuat itu, Arbeloa membutuhkan para pemainnya untuk tampil di puncak performa.
Meskipun kembalinya Kylian Mbappe dan Jude Bellingham akan menjadi suntikan moral yang besar, Arbeloa justru menyoroti peran Mendy. Bek asal Prancis ini telah menghabiskan sebagian besar musim ini dengan cedera dan kerap mengalami kambuh sesaat setelah kembali bermain.
Kendati demikian, Arbeloa disebut sangat mengapresiasi Mendy, bahkan menjadikannya pilihan utama di posisi bek kiri dibandingkan Alvaro Carreras dan Fran Garcia ketika ia dalam kondisi bugar.
Peran Vital Mendy dalam Soliditas Pertahanan
Arbeloa melihat bahwa Mendy dalam performa terbaiknya mampu memberikan jaminan soliditas di lini pertahanan. Kemampuan defensifnya yang tangguh sangat dibutuhkan Real Madrid untuk meredam kecepatan dan daya serang sayap-sayap eksplosif yang dimiliki Bayern Munchen.
Arbeloa secara spesifik menargetkan Mendy untuk dapat mengontrol pergerakan Michael Olise, salah satu pemain kunci Bayern di sisi sayap. Kebutuhan akan pertahanan yang kokoh semakin nyata mengingat Real Madrid baru saja menampilkan performa defensif yang mengesankan saat menghadapi Manchester City di babak 16 besar Liga Champions, di mana mereka hanya kebobolan satu gol dalam dua leg pertandingan.
Mendy sendiri telah menunjukkan secercah performanya saat bermain selama 45 menit melawan Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, di mana ia menampilkan performa yang solid.
Meskipun absen di beberapa pertandingan setelahnya, terdapat optimisme bahwa ia dapat kembali fit sepenuhnya setelah jeda internasional. Jika Mendy dapat memperoleh menit bermain reguler dan mencapai kebugaran penuh, Arbeloa yakin bahwa ia bisa menjadi faktor penentu (X-factor) yang dibutuhkan timnya untuk meraih kemenangan.
Konteks Pertandingan dan Rekam Jejak
Pertandingan perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Bayern Munchen dijadwalkan akan berlangsung pada awal April. Pertemuan kedua tim ini selalu menyajikan drama tinggi, mengingat keduanya adalah dua klub tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut.
Pertemuan terakhir kedua tim pada Mei 2024 di semifinal Liga Champions menyisakan cerita kontroversial yang berujung pada eliminasi Bayern Munchen. Pertandingan leg kedua di Madrid saat itu diwarnai drama di menit-menit akhir dengan dua gol cepat dari Real Madrid dan keputusan kontroversial wasit yang dianggap merugikan Bayern.
Secara keseluruhan, rekor pertemuan kedua tim sangat ketat, dengan masing-masing meraih 12 kemenangan dari 28 pertemuan. Bayern Munchen memiliki misi untuk membalas kekalahan menyakitkan di musim sebelumnya.
Kehadiran pemain-pemain seperti Harry Kane dan Michael Olise menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Real Madrid, yang membuat peran Mendy menjadi semakin krusial. Antonio Rüdiger, bek Real Madrid, sebelumnya juga mengakui kekuatan Bayern sebagai tim kelas dunia dan menyoroti ancaman dari Harry Kane sebagai salah satu striker terbaik di dunia.
Peran Taktis Arbeloa dan Potensi Mendy
Alvaro Arbeloa, yang mengambil alih kursi kepelatihan Real Madrid setelah Xabi Alonso dipecat, telah menunjukkan kemampuannya dalam mengelola tim, terutama dalam pertandingan krusial.
Ia dikenal memprioritaskan soliditas dan kekompakan tim, serta memanfaatkan keunggulan kecepatan pemainnya dalam transisi menyerang. Gaya bermain ini terbukti efektif saat Real Madrid mengalahkan Manchester City dengan skor agregat telak.
Arbeloa memberikan kebebasan kepada pemainnya untuk berekspresi di lapangan dan mengelola menit bermain secara efektif tanpa memaksakan instruksi taktis yang kaku.
Pendekatan Arbeloa yang berfokus pada manajemen pemain dan memberikan kepercayaan kepada skuad telah menghasilkan stabilitas bagi tim. Kemenangan atas Manchester City dan Atletico Madrid dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan momentum positif yang sedang dibangun.
Keputusan Arbeloa untuk menjadikan Mendy sebagai kunci menghadapi Bayern Munchen tampaknya merupakan bagian dari strategi jangka panjangnya untuk membangun pertahanan yang kokoh, sembari memanfaatkan potensi serangan balik cepat yang menjadi ciri khas Real Madrid di bawah kepelatihannya.
Para pemain Real Madrid dilaporkan mendukung penuh Arbeloa untuk terus menjabat sebagai pelatih musim depan. Mereka melihatnya sebagai pemimpin yang berani, dekat dengan pemain, dan memiliki ide-ide manajerial yang baik. Arbeloa berhasil memenangkan hati ruang ganti dan pemain merasa nyaman di bawah kepemimpinannya.
Meskipun mungkin bukan seorang taktisi yang paling kaku, ia dianggap telah mengatasi banyak kekurangan tim melalui penyesuaian taktis. Dengan performa individu dan kolektif yang meningkat, para pemain mendukung Arbeloa untuk bertahan di kursi kepelatihan.
Ikuti Ihram.co.id
