— Pebalap Italia Francesco Bagnaia dilaporkan memilih bergabung dengan Aprilia Racing untuk musim MotoGP 2027, sekaligus mengakhiri kebersamaannya dengan Ducati Lenovo Team dan menolak tawaran kontrak bernilai besar dari Yamaha Motor Company.

Keputusan tersebut disebut diambil setelah juara dunia MotoGP dua kali itu lebih memprioritaskan motor yang kompetitif dibandingkan nilai finansial, menyusul musim 2025 yang mengecewakan bersama Ducati.

Baca Juga: Bagnaia Isyaratkan Sudah Ambil Keputusan Soal MotoGP 2027, Pengumuman Resmi Segera Dirilis

Performa 2025 Jadi Titik Balik Karier Bagnaia

Spekulasi mengenai masa depan Bagnaia bermula dari penurunan performanya pada musim 2025. Setelah tampil dominan dalam perebutan gelar sejak 2021 dan menjadi juara dunia pada 2022 serta 2023, pebalap berusia 29 tahun itu gagal beradaptasi dengan motor Ducati terbaru.

Bagnaia hanya mampu finis di posisi kelima klasemen akhir musim 2025 dan mengalami serangkaian hasil buruk, termasuk gagal finis dalam enam dari tujuh balapan terakhir. Situasi ini memperburuk relasinya dengan Ducati dan memicu spekulasi mengenai perubahan susunan pebalap tim.

Dalam periode yang sama, Ducati dikabarkan serius memburu bintang muda Pedro Acosta sebagai bagian dari proyek jangka panjang tim, sehingga posisi Bagnaia semakin terancam.

Meski masa depannya diragukan, Ducati sebenarnya sempat menawarkan perpanjangan kontrak kepada Bagnaia. Namun, proposal tersebut mensyaratkan pemotongan gaji signifikan.

Kondisi ini dipandang sebagai sinyal bahwa Bagnaia tidak lagi menjadi prioritas utama dalam proyek tim. Walau pintu bertahan tidak sepenuhnya tertutup, pembalap asal Turin itu memilih mencari tantangan baru yang memberi peluang lebih besar untuk kembali bersaing di papan atas.

Aprilia dan Yamaha Berebut Tanda Tangan Bagnaia

Ketidakpastian masa depan Bagnaia segera menarik perhatian Aprilia dan Yamaha. Kedua pabrikan tersebut melihat peluang besar untuk merekrut salah satu pebalap paling sukses di MotoGP modern.

Aprilia membutuhkan pengganti potensial bagi Jorge Martín yang dikabarkan tengah dalam pembicaraan dengan Yamaha. Sementara itu, Yamaha juga tengah merombak susunan pembalapnya, dengan masa depan Fabio Quartararo dan Alex Rins yang belum pasti.

Pada tahap awal negosiasi, Yamaha disebut berada di posisi terdepan karena menawarkan kontrak bernilai besar. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan Aprilia berhasil membalikkan situasi dan menjadi pilihan utama Bagnaia.

Laporan menyebut Yamaha menawarkan paket finansial jauh lebih tinggi dibanding Aprilia. Meski demikian, Bagnaia memilih proyek Aprilia karena menilai motor RS-GP lebih kompetitif dan memberi peluang lebih cepat untuk kembali meraih kemenangan.

Aprilia dikabarkan menawarkan kontrak sekitar £2,6 juta per tahun (sekitar USD 3,3 juta atau Rp52 miliar). Sementara Yamaha disebut menyiapkan anggaran hingga £10,5 juta untuk merekrut Bagnaia dan Martín, dengan potensi nilai kontrak Bagnaia mencapai sekitar £4,5 juta per tahun (sekitar USD 5,7 juta atau Rp90 miliar).

Dengan demikian, Bagnaia berpotensi menerima bayaran sekitar £3,5 juta lebih rendah per musim (sekitar USD 4,4 juta atau Rp70 miliar) dengan memilih Aprilia.

Keputusan ini menegaskan bahwa prioritas utama Bagnaia adalah kembali ke jalur kemenangan secepat mungkin, bukan sekadar nilai kontrak.

Proyek All-Italian Aprilia dan Negosiasi Tahap Akhir

Faktor lain yang memperkuat keputusan Bagnaia adalah proyek jangka panjang Aprilia, termasuk rencana membentuk duet pebalap Italia bersama Marco Bezzecchi yang telah memperpanjang kontraknya lebih dulu.

Manajemen Aprilia disebut menawarkan visi ambisius membangun tim nasional Italia yang kompetitif untuk menantang dominasi pabrikan papan atas di MotoGP.

Baca Juga: Marco Bezzecchi Tanggapi Rumor Kepindahan Francesco Bagnaia ke Aprilia di MotoGP 2027

Saat ini, kedua pihak dikabarkan telah memasuki tahap akhir negosiasi dan hanya menyelesaikan detail kontrak sebelum pengumuman resmi. Jika terealisasi, transfer ini akan menjadi salah satu perpindahan pebalap terbesar dalam bursa MotoGP menjelang regulasi baru pada 2027.