Ihram.co.id — Bank Indonesia (BI) mengumumkan rencana pencarian 800 tim digital pada Februari 2026 untuk mengembangkan digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia. Para talenta muda yang terpilih dalam tim tersebut nantinya akan menjalani proses pendidikan intensif selama enam bulan.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa pengumuman dan seleksi akan dimulai pada bulan depan. “Kami akan umumkan Februari, dan menyeleksi 800 tim digital Indonesia, dari anak-anak muda kita, dan kami akan didik selama 6 bulan,” ujar Perry saat peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Rabu (28/1/2026).
Tahapan Pendidikan Enam Bulan
Pendidikan bagi 800 tim digital tersebut akan terbagi ke dalam tiga periode berbeda. Pada dua bulan pertama, peserta akan mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan mereka.
Setelah fase kewirausahaan, program memasuki periode kedua selama dua bulan untuk tahap sandboxing. Pada tahap ini, para peserta melakukan uji coba terhadap inovasi digital yang sedang mereka kembangkan.
Dua bulan terakhir atau periode ketiga difokuskan pada fase pertemuan dengan kalangan perbankan dan investor. Langkah ini dilakukan agar tim digital tersebut berkesempatan memperoleh pendanaan untuk pengembangan inovasi mereka.
Implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia
Perry menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk mendorong digitalisasi nasional. Bank Indonesia memfasilitasi akses modal dengan mempertemukan pemilik inovasi dengan penyedia dana dari sektor industri keuangan.
“Kami undang pada perbankan, investor, untuk investasi digital talenta muda kita untuk mendigitalkan Indonesia ke depannya sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI),” kata Perry.
Informasi mengenai rencana pencarian dan pendidikan 800 tim digital tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia dalam agenda resmi peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 pada Rabu, 28 Januari 2026.
Ikuti Ihram.co.id
