PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk menetapkan target marketing sales sebesar Rp 600 miliar sambil menjaga pertumbuhan pendapatan berulang yang stabil. Perusahaan memfokuskan pemasaran lahan pada sektor warehouse dan logistik, consumer goods, food and beverage, serta data center.
Langkah ini dilakukan seiring kelanjutan pengembangan kawasan MM2100 dan upaya memperluas fasilitas untuk industri berteknologi tinggi. “Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, Bekasi Fajar tetap fokus mengembangkan bisnis kawasan industri. Perseroan melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk Cluster Data Center guna memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi,” ujar Rika Mandasari, Media Relations PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk.
Pengembangan Komersial Dan Optimalisasi Lahan
Selain pengembangan kawasan industri, perusahaan menggarap segmen komersial melalui BeFa Industrial Hub yang menawarkan bangunan pabrik standar multiguna. Inisiatif ini diharapkan membuka sumber pendapatan baru sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam pengembangan kawasan industri, manajemen menyatakan optimisme terhadap permintaan kawasan industri profesional dan terintegrasi. “Perseroan akan melanjutkan pengembangan fasilitas dan infrastruktur di Kawasan Industri MM2100 Bekasi. Nilai kawasan diperkirakan semakin meningkat seiring pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional,” tambah Rika.
Manfaat Proyek Infrastruktur
Kawasan MM2100 akan dilintasi proyek Jalan Tol JORR II Cibitung–Cilincing yang dinilai meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas. Kawasan ini juga diperkirakan memperoleh manfaat dari pengembangan LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, serta pembangunan Pelabuhan Patimban.
Dengan dukungan berbagai proyek infrastruktur tersebut, perusahaan optimistis kawasan MM2100 akan semakin menarik bagi investor dan pelaku industri dalam beberapa tahun ke depan.
Kinerja Keuangan Terbaru
Pada kuartal pertama 2026, Bekasi Fajar mencatatkan pendapatan sebesar Rp 90 miliar, naik dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 45 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan recurring income dari Rp 45 miliar menjadi Rp 54 miliar serta adanya kontribusi dari penjualan lahan.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan beralih dari rugi bersih Rp 33 miliar pada kuartal pertama 2025 menjadi laba bersih Rp 9 miliar pada kuartal pertama 2026. “Margin laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan dari minus 73% menjadi positif 10%,” kata Rika.
Hasil RUPST dan Kinerja 2025
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2025 menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan yang telah diaudit. Salah satu keputusan penting adalah tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku 2025 guna memperkuat modal kerja dan mendukung rencana pengembangan usaha.
Sepanjang 2025, perseroan mencatat marketing sales seluas 15 hektare dengan nilai Rp 422 miliar. Total pendapatan tahun 2025 tercatat Rp 427 miliar, yang terdiri dari penjualan lahan sebesar Rp 220 miliar dan recurring income sekitar Rp 207 miliar, mencakup maintenance fee, service charges, air, dan sewa. Laba bersih perseroan pada 2025 mencapai Rp 30 miliar.
Ikuti Ihram.co.id
