PT Blue Bird Tbk membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp166 per saham, naik 38,33% dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp120 per saham.

Keputusan pembagian dividen itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 18 Juni 2026. Dengan penutupan harga saham BIRD di level Rp1.660 pada hari yang sama, dividend yield perseroan mencapai sekitar 10%.

Keterangan Resmi Manajemen

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menyatakan dividen tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai kepada pemegang saham sambil menjaga kebutuhan investasi dan penguatan struktur permodalan demi mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Jadwal Dan Proporsi Pembagian

Manajemen menyebut dividen akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 30 Juni 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 10 Juli 2026.

Jumlah dividen yang diumumkan setara dengan 65,3% dari laba bersih 2025 perusahaan yang mencapai Rp635,84 miliar. Sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha.

Kinerja Keuangan 2025

Sepanjang 2025, perseroan mencatat pendapatan bersih Rp5,7 triliun, meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sejak penawaran saham perdana (IPO).

EBITDA tercatat Rp1,4 triliun atau tumbuh 13%, sementara laba tahun berjalan meningkat 9% menjadi Rp643 miliar.

Operasional Dan Strategi Ke Depan

Bluebird memperkuat kapasitas operasional dengan mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, serta layanan di 22 kota di Indonesia.

Manajemen menyatakan akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Dengan fondasi dan portofolio layanan yang kian beragam, perusahaan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara sehat, terukur, dan berkelanjutan.