PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) mencatatkan peningkatan kinerja sepanjang 2025 meski menghadapi tekanan ekonomi global dan gangguan rantai pasok. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp154,8 miliar, naik 4,9% dari Rp147,6 miliar pada 2024.
Di sisi profitabilitas, laba kotor perusahaan sedikit meningkat menjadi Rp23,7 miliar dari Rp23,6 miliar pada periode sebelumnya. Manajemen menyatakan hasil itu menunjukkan ketahanan usaha di tengah volatilitas pasar.
Direktur Utama Paperocks, Irsyad Hanif, mengatakan capaian tersebut memperlihatkan kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja di tengah ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, serta fluktuasi harga energi dan gangguan rantai pasok.
“Pencapaian tersebut membuktikan bahwa di tengah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, volatilitas pasar serta gangguan rantai pasokan energi, dan perlambatan pertumbuhan global, Perseroan mampu mempertahankan kinerjanya untuk terus tumbuh dan berkembang,”
Manajemen menilai permintaan kemasan berbasis kertas masih berada pada jalur positif karena meningkatnya kesadaran produsen dan konsumen terhadap pilihan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Target Kuartal II-2026
Untuk kuartal II-2026, Paperocks menargetkan penjualan Rp80,53 miliar atau naik 2,7% dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan menargetkan laba kotor kuartal II mencapai Rp12,88 miliar, tumbuh 6,01% secara tahunan. Adapun laba tahun berjalan ditargetkan sebesar Rp1,89 miliar, meningkat 5,07% dibandingkan kuartal II-2025.
Irsyad menyebut sejumlah strategi yang disiapkan untuk mencapai target tersebut, antara lain peningkatan kualitas produk dan layanan, pengembangan kemasan berkelanjutan, serta ekspansi pasar.
Perseroan berencana memperkuat penetrasi di pasar eksisting sekaligus lebih agresif membuka pasar baru untuk memperluas basis pelanggan.
Penopang Permintaan
Paperocks menyebut pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional sebagai salah satu pendorong permintaan kemasan kertas. Menurut manajemen, sektor ini merupakan pengguna utama produk kemasan perusahaan.
Berdasarkan data yang diungkapkan manajemen, PDB industri makanan dan minuman tumbuh 6,49%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,58%.
Selain itu, tren ritel modern, layanan pesan-antar makanan, dan perkembangan UMKM juga dinilai menjadi katalis bagi permintaan kemasan berbahan kertas.
Fokus Keberlanjutan
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan, Paperocks memperkuat posisinya pada pengembangan kemasan berbasis kertas. Perseroan berencana meningkatkan penggunaan bahan ramah lingkungan pada seluruh lini produk.
Menurut Irsyad, keberlanjutan bukan sekadar tren, melainkan bagian dari strategi jangka panjang, termasuk pemanfaatan bahan baku terbarukan dan pengembangan produk berbahan daur ulang untuk mendukung ekonomi sirkular.
“Ini memang komitmen kami sejak awal, untuk berkontribusi secara positif menjaga keberlanjutan lingkungan serta memberi manfaat yang berkesinambungan bagi semua pihak,”
Ikuti Ihram.co.id
