— Borussia Dortmund akan menjamu Atalanta di Signal Iduna Park dalam laga leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026 pada Rabu 18 Februari 2026 pukul 03:00 WIB. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit, mempertemukan dua tim yang bertekad untuk mengamankan posisi di babak 16 besar kompetisi antarklub tertinggi di Eropa.

Kedua tim lolos ke fase playoff setelah menempati peringkat di luar 8 besar klasemen fase liga. Borussia Dortmund finis di posisi ke-17 dengan 11 poin, sementara Atalanta berada di peringkat ke-15 dengan 13 poin. Bagi Dortmund, ini adalah penampilan keempat berturut-turut mereka di fase gugur Liga Champions, sementara Atalanta mencapai babak ini untuk musim kedua berturut-turut. Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Dortmund untuk memperbaiki rekor mereka melawan tim-tim Italia, yang dalam beberapa musim terakhir cenderung kurang menguntungkan.

Rekor Pertemuan dan Performa Terkini

Borussia Dortmund dan Atalanta pernah bertemu sebelumnya di babak 32 besar Liga Europa musim 2017/2018. Saat itu, Dortmund berhasil melaju ke babak berikutnya dengan keunggulan agregat 4-3 setelah menang 3-2 di kandang dan bermain imbang 1-1 di Italia. Namun, kompetisi kali ini memiliki tekanan dan kualitas yang jauh lebih tinggi.

Secara umum, rekor Dortmund melawan tim Italia dalam duel dua leg tidak begitu impresif. Mereka telah tersingkir dalam tiga kesempatan terakhir melawan wakil Serie A, termasuk kekalahan agregat 1-5 dari Juventus pada musim 2014/2015. Kekalahan 0-2 dari Inter Milan di fase liga musim ini juga memperpanjang tren negatif melawan tim Italia. Meski demikian, Dortmund memiliki catatan kandang yang kuat di Liga Champions, hanya kalah dua kali dari 22 pertandingan terakhir di Signal Iduna Park.

Di sisi lain, Atalanta menunjukkan performa yang solid melawan klub Jerman. Mereka hanya kalah dua kali dari 11 pertemuan, dengan enam kemenangan dan tiga hasil imbang. Atalanta juga tidak terkalahkan dalam empat laga tandang terakhir melawan tim Bundesliga, meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Sembilan dari sepuluh gol Atalanta di Liga Champions musim ini tercipta pada babak kedua, menandakan kemampuan mereka untuk bermain efektif di paruh akhir pertandingan.

Menjelang laga ini, Borussia Dortmund menunjukkan performa yang meyakinkan di Bundesliga. Setelah mengalami dua kekalahan di akhir fase liga, mereka bangkit dengan enam kemenangan beruntun, termasuk kemenangan telak 4-0 atas Mainz pada 13 Februari 2026. Kembalinya Nico Schlotterbeck dari skorsing menambah kekuatan lini pertahanan Dortmund. Sementara itu, Atalanta juga datang dengan modal positif, tidak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan 3-0 atas Juventus di Coppa Italia.

Statistik Kunci dan Potensi Taktik

Borussia Dortmund mencatatkan rata-rata 2,38 gol per pertandingan di Liga Champions musim ini, namun juga kebobolan rata-rata 2,13 gol per pertandingan. Penguasaan bola mereka mencapai 53,25% dengan akurasi umpan 86,38%. Nico Schlotterbeck menjadi bek dengan umpan terobosan terbanyak (114) di kompetisi ini. Serhou Guirassy menjadi sorotan dengan tingkat konversi tembakan terbaik (29%) di antara pemain dengan minimal 50 tembakan sejak debutnya di Liga Champions.

Atalanta mencetak rata-rata 1,25 gol per pertandingan dan kebobolan jumlah yang sama. Penguasaan bola mereka sedikit di bawah Dortmund, yaitu 52,88% dengan akurasi umpan 84,63%. Odilon Kossounou menjadi bek tengah yang paling sering memenangkan penguasaan bola (46) untuk Atalanta di Liga Champions musim ini. Charles De Ketelaere, yang absen karena cedera, menjadi pemain kunci Atalanta dengan keterlibatan gol terbanyak (4), peluang tercipta (20), dan dribel sukses (11).

Pertandingan ini diprediksi akan menampilkan duel menarik antara kekuatan kandang Dortmund yang solid melawan tren tandang Atalanta yang konsisten. Dortmund cenderung bermain vertikal dengan dukungan penuh dari “Yellow Wall”, sementara Atalanta dikenal dengan kompresi ruang dan serangan cepat, terutama di babak kedua. Mayoritas gol Atalanta di Liga Champions musim ini tercipta setelah jeda.