Ihram.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mencegah perluasan banjir di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Pada Sabtu (24/1/2026), petugas melakukan penyemaian kalsium oksida (CaO) di atas wilayah Bekasi menggunakan pesawat CASA A-2105.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa operasi tersebut difokuskan untuk memecah awan potensial pembentuk hujan. Petugas menghabiskan sebanyak 800 kilogram bahan semai CaO dalam satu sorti penerbangan tersebut.
“Pada sorti ini, pelaksanaan penyemaian awan difokuskan pada wilayah Bekasi dan sekitarnya dengan tujuan utama untuk memecah awan potensial pembentuk hujan dengan menghabiskan bahan semai CaO sebanyak 800 kilogram,” kata Yohan dalam keterangannya melalui Kompas.com, Sabtu (24/1/2026).
Teknis Penyemaian Awan
Penyemaian kalsium oksida dilakukan pada ketinggian antara 7.000 hingga 8.000 kaki. Target utama dalam operasi ini adalah awan jenis stratocumulus yang terpantau di wilayah sasaran.
Yohan memaparkan bahwa awan target memiliki dasar (base) pada 5.000 kaki dan puncak (top) awan pada 8.500 kaki. Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, arah angin dominan saat penyemaian berlangsung bergerak dari arah barat laut.
Pelaksanaan OMC ini merupakan respons atas hujan lebat yang melanda Jakarta dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir. Langkah ini diambil di tengah kondisi puluhan lingkungan RT yang masih terendam air.
Data Sebaran Banjir Jakarta
Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta hingga Sabtu siang, sebanyak 86 RT dan delapan ruas jalan masih terendam banjir. Jakarta Barat menjadi wilayah terdampak paling luas dengan total 47 RT yang tergenang.
Wilayah terdampak di Jakarta Barat mencakup Kelurahan Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Ketinggian air di lokasi tersebut berkisar antara 15 sentimeter hingga 1,5 meter akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Banjir juga melanda 25 RT di Jakarta Timur, tepatnya di kawasan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, dan Balekambang. Di beberapa titik di wilayah ini, ketinggian air dilaporkan mencapai 2,1 meter akibat luapan Kali Ciliwung.
Kondisi Jakarta Selatan dan Utara
Di Jakarta Selatan, banjir merendam tujuh RT di Kelurahan Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru dengan ketinggian air hingga 130 sentimeter. Sementara itu, di Jakarta Utara, terdapat tujuh RT di Kelurahan Kapuk Muara yang tergenang dengan ketinggian air antara 30 hingga 60 sentimeter.
Selain permukiman, delapan ruas jalan di Jakarta Barat turut tergenang, termasuk Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Kembangan Raya, Jalan Strategi Raya Joglo, dan Jalan Pulo Indah Duri Kosambi. Ketinggian air di jalan-jalan tersebut berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.
Penanganan dan Pengungsian
BPBD mencatat ratusan warga telah mengungsi ke sejumlah lokasi seperti masjid, musala, aula kelurahan, RPTRA, hingga fasilitas pendidikan. Lokasi pengungsian tersebut tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat. Petugas melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama pihak kelurahan dan kecamatan.
“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan,” tutur Yohan.
Informasi mengenai perkembangan kondisi banjir dan penanganan darurat di wilayah Jakarta ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Ikuti Ihram.co.id
