— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memetakan 12 wilayah di pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu yang berpotensi terdampak banjir pesisir atau rob. Peringatan dini ini berlaku mulai 25 Februari hingga 1 Maret 2026 akibat fenomena alam pada fase bulan.

BPBD DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa potensi peningkatan ketinggian pasang air laut ini dipicu oleh adanya fenomena pasang maksimum yang bersamaan dengan fase Perigee. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, kondisi ini memicu kenaikan air laut di wilayah pesisir.

Image

“Adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan Perigee, berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta,” tulis keterangan resmi BPBD DKI Jakarta melalui akun Instagram @bpbddkijakarta pada Rabu (25/2).

Daftar 12 Wilayah Berpotensi Banjir Rob

BPBD DKI Jakarta memprediksi puncak pasang maksimum akan terjadi pada pukul 05.00 hingga 09.00 WIB setiap harinya dalam periode tersebut. Berikut adalah daftar 12 wilayah yang masuk dalam zona kewaspadaan banjir rob:

  • Kamal Muara
  • Kapuk Muara
  • Penjaringan
  • Pluit
  • Ancol
  • Kamal
  • Marunda
  • Cilincing
  • Kalibaru
  • Muara Angke
  • Tanjung Priok
  • Kepulauan Seribu

Langkah Antisipasi bagi Masyarakat

Merespons potensi tersebut, masyarakat di wilayah pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kenaikan kondisi air laut. Warga diharapkan menghindari aktivitas di area pesisir yang berisiko tinggi terkena dampak banjir rob, terutama saat jam pasang tinggi.

Masyarakat juga diinstruksikan untuk memastikan sistem drainase di sekitar lingkungan rumah berfungsi optimal guna mencegah genangan. Pemantauan informasi gelombang laut secara berkala dapat diakses melalui situs resmi bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

Terdapat pula Buku Panduan Kesiapsiagaan yang dapat diunduh melalui tautan tiny.cc/bukusakusiagabanjir sebagai referensi tindakan darurat bagi warga. BPBD mengimbau warga segera melaporkan potensi genangan atau banjir yang ditemukan di lapangan melalui aplikasi JAKI.

Kanal Informasi dan Darurat Banjir Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan sejumlah kanal resmi untuk memantau perkembangan kondisi tinggi muka air dan pelaporan situasi darurat. Berikut adalah daftar layanan yang dapat digunakan masyarakat:

  • Situs pantaubanjir.jakarta.go.id: Menyediakan informasi terbaru terkait titik banjir dan upaya penanganan.
  • Aplikasi JAKI: Media pelaporan warga melalui fitur Laporan Warga untuk respons cepat petugas.
  • Peringatan Dini BMKG dan BPBD: Informasi potensi bencana dan data tinggi muka air melalui akun Instagram @infobmkg dan @bpbddkijakarta.
  • Jakarta Siaga 112: Layanan darurat bebas pulsa untuk permintaan bantuan atau penanganan lebih lanjut dalam kondisi mendesak.

BPBD menekankan pentingnya warga memperbarui informasi banjir secara mandiri melalui laman pantaubanjir.jakarta.go.id agar dapat melakukan langkah evakuasi atau pengamanan aset lebih dini jika diperlukan.