— Harapan Alter Ego untuk mengangkat trofi M7 World Championship di hadapan publik sendiri harus pupus dengan cara yang menyakitkan. Di babak Grand Final yang digelar di Jakarta, Minggu (25/1), Alter Ego (AE) dipaksa menyerah tanpa syarat dengan skor telak 4-0 oleh wakil Filipina, Aurora PH (RORA).

Kekalahan ini terasa semakin berat mengingat jalannya pertandingan yang sangat timpang. Aurora PH tampil begitu dominan, bahkan menyelesaikan dua game terakhir dengan durasi singkat di kisaran 11 menit. Menanggapi hasil mengecewakan ini, CEO Alter Ego secara jantan mengakui adanya perbedaan kualitas yang signifikan antara kedua tim.

Akui Perbedaan Level

Dalam pernyataannya pasca-pertandingan, CEO Alter Ego tidak mencari kambing hitam atas kekalahan timnya. Ia menyoroti bahwa Aurora PH datang dengan persiapan, disiplin, dan pemahaman gameplay yang berada satu tingkat di atas Alter Ego malam itu.

“level kita hari ini jauh (di bawah Aurora).” ungkap sang CEO menanggapi performa Nino dkk.

Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Sepanjang seri Best of 7 (BO7), Alter Ego kesulitan keluar dari tekanan. Sempat memberikan perlawanan di dua game awal, mental skuad AE tampak runtuh di game ketiga dan keempat.

Aurora PH yang dimotori oleh Light dan Demonkite mempertontonkan permainan agresif yang membuat strategi defense Alter Ego tidak berjalan. Game penentuan bahkan berakhir hanya dalam waktu 11 menit..

Dengan hasil ini, Aurora PH resmi menjadi juara dunia baru, sementara Alter Ego harus puas di posisi kedua.