Ihram.co.id — Gelar juara dunia M7 World Championship resmi menjadi milik Aurora PH. Wakil Filipina ini tampil perkasa di babak Grand Final dengan melibas raksasa Indonesia, Alter Ego, lewat skor telak 4-0.
Pertandingan yang digadang-gadang akan berjalan sengit ini justru berakhir antiklimaks bagi tim tuan rumah, di mana Aurora tampil begitu dominan dan disiplin tanpa memberikan satu poin pun bagi lawan.
Kemenangan “sapu bersih” ini menegaskan kekuatan Aurora PH sebagai tim Mobile Legends terbaik dunia saat ini. Berikut adalah rangkuman jalannya pertandingannya:
Game 1: Momentum Lord Bawa Aurora Curi Poin Pertama
Pada game pembuka, Aurora PH turun dengan komposisi durabilitas tinggi mengandalkan Hylos dan Fredrinn sebagai tembok pertahanan untuk melindungi Harith, sementara Alter Ego (AE) menjawab dengan burst damage dari Nolan dan mobilitas tinggi Claude.
AE sempat memegang kendali early game berkat rotasi agresif yang sukses menekan lini pertahanan Aurora. Namun, momentum berbalik drastis saat kontestasi Lord pertama. Aurora sukses memenangkan team fight krusial tersebut, mematahkan dominasi AE, dan langsung melakukan tekanan balik. Tanpa membuang waktu, Aurora menutup perlawanan AE di menit ke-15. Skor 1-0 untuk Aurora.
Game 2: Blunder Turtle Kedua Jadi Petaka
Memasuki game kedua, Alter Ego mencoba bermain lebih agresif dengan mengamankan Nolan dan Suyou, yang didukung kemampuan sustain dari Angela. Di sisi lain, Aurora merespons dengan setup area yang kuat lewat Pharsa dan eksekusi mematikan dari Leomord.
Skenario early game sempat berpihak pada AE. Mereka berhasil mengamankan turtle pertama dan memimpin perolehan gold hingga 1.000 poin. Sayangnya, momentum AE runtuh akibat blunder fatal saat kontestasi turtle kedua.
Kesalahan ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Aurora untuk membalikkan keadaan. Sejak momen itu, Aurora memegang kendali penuh permainan dan mengunci kemenangan di menit ke-16. Skor sementara 2-0 untuk Aurora.
Game 3: Aurora “Speedrun” 11 Menit, Alter Ego Tak Berkutik
Game ketiga menjadi panggung dominasi total Aurora. Mereka tampil sangat agresif dengan mengandalkan mobilitas tinggi dari Nolan dan Arlott, serta inisiasi kunci dari Chou. Sebaliknya, strategi team fight Alter Ego yang bertumpu pada kombinasi Angela, Grock, dan Yve gagal total meredam tempo cepat lawan.
Jalannya pertandingan berlangsung satu arah sejak menit awal. Aurora memegang kendali penuh atas seluruh objektif map dan terus menekan pertahanan Alter Ego tanpa memberikan celah sedikit pun untuk momentum balasan. Tanpa perlawanan berarti, Aurora menutup game ini dengan kemenangan telak hanya dalam waktu 11 menit, mengubah skor menjadi 3-0 dan menempatkan diri di posisi match point.
Game 4: Kemenangan Sempurna
Di game penentuan, Alter Ego mencoba strategi kejutan dengan komposisi “Double Support” mengandalkan Angela dan Floryn untuk melindungi Nolan dan Yi Sun-shin. Namun, upaya pertahanan ini runtuh seketika di hadapan agresi Aurora yang tampil percaya diri dengan kombinasi Khaleed, Mathilda, dan Harith.
Strategi sustain Alter Ego terbukti tidak efektif, damage masif dan inisiasi cepat yang dilancarkan Aurora membuat mekanisme healing lawan menjadi sia-sia dan formasi mereka terus-menerus teracak.
Dominasi Aurora terlihat mutlak sejak menit awal tanpa memberikan ruang gerak sedikit pun bagi Alter Ego untuk mengembangkan permainan. Mengulang kesuksesan game sebelumnya, Aurora kembali melakukan “speedrun” dengan mengunci semua objektif dan meruntuhkan base lawan tepat di menit ke-11.
Kemenangan ini memastikan skor akhir 4-0, menahbiskan Aurora PH sebagai juara baru M7 World Championship sekaligus memaksa tuan rumah bertekuk lutut tanpa mampu mencuri satu poin pun.
Ikuti Ihram.co.id
