Ihram.co.id — Como 1907 berhasil menorehkan sejarah dengan melaju ke babak semifinal Piala Italia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, setelah menyingkirkan tim juara bertahan Serie A, Napoli, melalui drama adu penalti yang mendebarkan. Pertandingan perempat final yang digelar di Stadio Diego Armando Maradona pada Rabu (11/2/2026) berakhir dengan skor 7-6 untuk kemenangan Como setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Kiper Como, Jean Butez, tampil sebagai pahlawan dalam laga ini. Penyelamatan krusialnya terhadap tendangan penalti kapten Napoli, Stanislav Lobotka, memastikan langkah tim asuhan Cesc Fabregas ke babak empat besar. Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi Como, yang terakhir kali mencapai semifinal Piala Italia pada tahun 1986.
Fabregas Ungguli Conte dalam Duel Taktik
Pertandingan ini tidak hanya menjadi sorotan karena hasil dramatisnya, tetapi juga karena duel taktik antara dua pelatih yang memiliki ikatan historis. Cesc Fabregas, pelatih Como, berhasil mengungguli Antonio Conte, mantan pelatihnya di Chelsea. Fabregas, yang dikenal dengan gaya permainan menyerang, mampu meredam agresivitas Napoli dan mengendalikan pertandingan hingga adu penalti.
Bagi Fabregas, kemenangan ini merupakan pembuktian lebih lanjut atas kemampuannya sebagai pelatih. Tim Como, yang berstatus sebagai klub kecil di kompetisi ini, menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan, bahkan mampu membuka keunggulan terlebih dahulu.
Jalannya Pertandingan yang Sengit
Pertandingan reguler berlangsung ketat sejak menit awal. Napoli sempat mendominasi penguasaan bola di babak pertama, dengan Rasmus Højlund beberapa kali merepotkan pertahanan Como. Namun, peluang signifikan pertama justru datang dari tim tamu melalui sundulan Niko Vaz yang masih bisa ditepis oleh kiper Napoli, Vanja Milinkovic-Savic.
Como berhasil memecah kebuntuan menjelang akhir babak pertama. Martin Baturina sukses mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit ke-39 setelah Ivan Smolcic dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Penalti tersebut diberikan setelah tinjauan VAR atas pelanggaran Matias Olivera terhadap Smolcic.
Napoli Menyamakan Kedudukan, Adu Penalti Menjadi Penentu
Memasuki babak kedua, Napoli langsung merespons dengan cepat. Hanya berselang 43 detik setelah peluit babak kedua dibunyikan, Antonio Vergara berhasil menyamakan kedudukan setelah menerima umpan dari Rasmus Højlund.
Kedua tim memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir, namun solidnya lini pertahanan dan refleks para kiper membuat skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Drama Adu Penalti dan Penyelamatan Gemilang Butez
Babak adu penalti berlangsung sangat menegangkan. Romelu Lukaku menjadi pemain pertama yang gagal menjalankan tugasnya untuk Napoli, tendangannya melebar dari sasaran. Meskipun Vanja Milinkovic-Savic sempat menggagalkan penalti Maximo Perrone dari Como, pertandingan harus berlanjut ke babak sudden death.
Puncak ketegangan terjadi pada tendangan penentu. Jean Butez tampil gemilang dengan mementahkan eksekusi kapten Napoli, Stanislav Lobotka. Penyelamatan tersebut memicu euforia di kubu Como dan memastikan mereka melaju ke semifinal Piala Italia.
Perjalanan Como Menuju Semifinal
Sebelum menyingkirkan Napoli, Como telah menunjukkan performa impresif di babak perempat final dengan mengalahkan Fiorentina 3-1. Kemenangan ini menegaskan status Como sebagai salah satu tim kejutan di Piala Italia musim ini. Di babak semifinal, Como akan menghadapi Inter Milan.
Bagi Napoli, tersingkir dari Piala Italia ini menjadi pukulan telak setelah sebelumnya juga tersingkir dari kompetisi Eropa. Fokus mereka kini tertuju pada perburuan gelar Serie A.
Ikuti Ihram.co.id
