Ihram.co.id — Pembalap rookie asal Brasil, Diogo Moreira, memulai kariernya di kelas utama dengan hasil cukup positif pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026. Rider tim LCR Honda tersebut berhasil mengamankan poin perdananya setelah finis di posisi ke-13 pada balapan utama di Sirkuit Buriram.
Hasil tersebut sekaligus menutup akhir pekan debut Moreira di kelas premier dengan konsistensi, setelah sebelumnya ia juga finis di posisi ke-13 pada Sprint Race. Bagi juara dunia Moto2 World Championship musim sebelumnya itu, balapan di Thailand menjadi ajang pembelajaran penting untuk beradaptasi dengan motor MotoGP.
Baca Juga: Diogo Moreira Disebut Punya Bakat Setara Marc Marquez, Debut Rookie jadi Sorotan MotoGP 2026
Belajar Banyak dari Johann Zarco
Sepanjang balapan utama, Moreira memanfaatkan kesempatan untuk mempelajari gaya balap rekan setimnya, Johann Zarco. Pembalap berusia 21 tahun tersebut mengaku banyak mendapatkan pelajaran dengan mengikuti ritme Zarco di pertengahan lomba.
Menurut Moreira, Sprint Race berlangsung sangat cepat sejak lap pertama sehingga sulit baginya untuk mempelajari strategi pembalap lain. Namun situasinya berbeda pada balapan utama hari Minggu, di mana ritme lomba sedikit lebih stabil.
“Balapan Sprint sangat cepat dari awal sampai akhir. Tapi pada balapan hari ini para pembalap memulai dengan lebih tenang, dan itu bagus untuk saya karena bisa belajar banyak di belakang Johann,” ujar Moreira.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan maksimal oleh Moreira untuk memahami cara mengatur ritme balapan, manajemen ban, hingga strategi menyalip di kelas MotoGP yang jauh lebih kompetitif.
Duel Sengit dengan Enea Bastianini
Memasuki fase akhir lomba, Moreira mulai menunjukkan peningkatan performa. Ia mampu menjaga ritme balapan dan terlibat duel dengan pembalap Tech3 KTM, Enea Bastianini.
Pertarungan antara keduanya berlangsung hingga lap-lap terakhir. Pada akhirnya Bastianini berhasil finis di depan dua motor Honda milik tim LCR, sementara Moreira tetap mampu mempertahankan posisi ke-13 hingga garis finis.
Moreira mengakui kondisi ban belakang menjadi tantangan besar dalam balapan tersebut. Degradasi ban yang cukup tinggi membuat beberapa pembalap kesulitan mempertahankan performa motor di paruh kedua lomba.
“Di akhir balapan saya sempat bertarung dengan Enea dan itu sangat menyenangkan. Ban mengalami penurunan performa cukup besar, jadi saya sedikit kesulitan, tetapi secara keseluruhan hasilnya tetap positif,” katanya.
Baca Juga: Marc Marquez Soroti Debut Diogo Moreira di MotoGP: Bakat Besar, Tapi Harus Sabar
Adaptasi Rookie di Kelas Premier
Sebagai pendatang baru di MotoGP, Moreira juga mengakui bahwa adaptasi terhadap motor prototipe dan ritme balapan kelas utama masih menjadi proses panjang. Ia bahkan sempat menjalani beberapa lap sendirian ketika degradasi ban mulai terasa setelah pertengahan lomba.
Meski demikian, pembalap Brasil tersebut menilai akhir pekan di Thailand memberikan fondasi penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
Ia juga menegaskan bahwa musim perdananya di MotoGP akan menjadi proses belajar yang berkelanjutan.
“Kami memulai musim ini dengan motivasi tinggi. Ini adalah proses belajar bagi saya, dan saya tidak sabar menjalani lebih banyak balapan setelah akhir pekan yang sangat menyenangkan ini,” ujar Moreira.
Sementara itu, rookie lainnya, Toprak Razgatlioglu, harus puas finis di posisi ke-17 pada balapan yang sama.
Setelah seri Thailand, para pembalap akan menghadapi putaran berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Brasil. Balapan di Goiânia akan menjadi momen spesial bagi Moreira karena digelar di negara asalnya.
Baca Juga: Meski Tanpa Poin, Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP Thailand 2026 Tuai Pujian
Seri kedua musim ini diprediksi menghadirkan tekanan tambahan bagi sang rookie, namun juga membuka peluang bagi Moreira untuk kembali menunjukkan perkembangan performanya di depan publik tuan rumah.
Ikuti Ihram.co.id
