Ajang pengabdian masyarakat Genera-Z Berbakti 2026 memasuki babak final setelah melalui proses seleksi ketat. Dari lebih 260 proposal yang masuk, panitia memilih delapan tim terbaik yang akan mempresentasikan dan menerapkan gagasan mereka secara langsung di desa wisata binaan.

Seluruh rangkaian final mulai ditayangkan pada 20 Juni melalui saluran YouTube dan platform mitra, sementara pelaksanaan program di lokasi desa wisata direncanakan berlangsung pada Juli–Agustus 2026.

Universitas Finalis

Delapan tim finalis berasal dari berbagai perguruan tinggi, yaitu:

  • Universitas Cenderawasih
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • IPB University
  • Universitas Indonesia
  • BINUS University

Lokasi Program

Para finalis akan bersaing untuk mengimplementasikan program pengabdian di empat desa wisata binaan, yakni:

  • Desa Wisata Kreatif Terong, Belitung
  • Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur
  • Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo
  • Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon

Pelaksanaan di lokasi ditujukan untuk menguji ide dan inovasi mahasiswa langsung bersama masyarakat setempat.

Tujuan dan Dukungan

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyatakan bahwa program ini menjadi jembatan antara kreativitas mahasiswa dan kebutuhan nyata masyarakat desa.

“Melalui Genera-Z Berbakti, BCA berupaya menjembatani serta menghubungkan ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa dengan masyarakat di berbagai desa wisata binaan Bakti BCA. Kami yakin program ini dapat membawa dampak positif bagi mahasiswa serta masyarakat di daerah tujuan,”

Hera menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi dan mendukung target Indonesia Emas 2045.

Panelis Final

Genera-Z Berbakti 2026 menghadirkan tiga figur publik sebagai panelis final, yaitu Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, entertainer dan sociopreneur Cinta Laura Kiehl, serta ilmuwan dan wirausaha sosial Tri Mumpuni.

Ketiganya akan memberikan penilaian dan masukan terhadap gagasan yang diajukan para tim sebelum penentuan pemenang dan tahap implementasi di desa wisata.