— Performa tim Ducati pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, jauh dari ekspektasi. Untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, pabrikan asal Borgo Panigale itu gagal menempatkan satu pun pembalapnya di podium.

Meski demikian, pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menilai Ducati sebenarnya memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing memperebutkan posisi tiga besar. Ia merasa peluang tersebut hilang akibat sejumlah insiden dan masalah teknis yang dialaminya selama akhir pekan balapan.

Baca Juga: Rekor Podium Ducati Terputus di MotoGP Thailand 2026, Marc Marquez: Tak Perlu Panik

Ducati Kehilangan Peluang Podium

Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati dengan hasil terbaik di Grand Prix Thailand. Ia mengakhiri balapan di posisi keenam setelah menjalani lomba yang tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Pembalap Italia itu tampil menjanjikan sejak sesi latihan hingga kualifikasi. Ia berhasil menempatkan motornya di baris kedua grid start, yang membuka peluang untuk bersaing di barisan depan sejak awal balapan.

Namun peluang tersebut mulai terganggu sejak Sprint Race pada Sabtu. Di Giannantonio terpaksa melebar di tikungan pertama setelah bersenggolan dengan Alex Marquez, yang membuatnya kehilangan banyak posisi.

“Secara keseluruhan ini adalah akhir pekan yang hebat dan tim melakukan pekerjaan luar biasa,” ujar Di Giannantonio.

Masalah Teknis Ganggu Performa Balapan

Masalah lain muncul saat balapan utama pada Minggu. Setelah sempat stabil di posisi enam pada fase awal lomba, Di Giannantonio mengaku mengalami kendala teknis yang membuatnya tidak bisa memaksimalkan performa motornya.

Ia tidak merinci secara detail sumber masalah tersebut, namun memastikan bahwa kendala itu bukan berasal dari ban. Pembalap VR46 itu hanya mengisyaratkan bahwa masalah tersebut membuat motornya sulit dikendalikan dan memicu peningkatan suhu.

“Sejak lap keenam ada masalah teknis. Motor menjadi sangat sulit dikendarai sehingga saya tidak bisa menekan seperti yang saya inginkan,” jelasnya.

Situasi tersebut membuat Di Giannantonio tidak mampu mempertahankan ritme untuk mengejar pembalap di depannya.

Baca Juga: Ducati Dihantam Kritik Usai MotoGP Thailand, Marc Marquez Dinilai dalam Masalah Besar

Tetap Optimistis untuk Seri Berikutnya

Di penghujung balapan, Di Giannantonio sempat turun ke posisi ketujuh setelah disalip Joan Mir. Namun situasi berubah ketika Mir dan Marc Marquez mengalami masalah yang membuat mereka gagal finis.

Meski begitu, posisi Di Giannantonio akhirnya kembali berubah setelah pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, berhasil menyalipnya dua lap menjelang finis.

Walau hanya finis keenam, Di Giannantonio tetap melihat banyak sisi positif dari performanya di Buriram. Menurutnya, kecepatan yang ia tunjukkan sepanjang akhir pekan membuktikan bahwa Ducati sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing di podium.

“Saya yakin kami bisa bertarung setidaknya untuk posisi ketiga karena dari sisi kecepatan kami ada di sana,” kata Di Giannantonio.

Ia juga mengakui bahwa Aprilia tampil sangat kuat di Thailand, sementara Pedro Acosta menunjukkan performa impresif sepanjang akhir pekan.

Rekor Ducati Akhirnya Terhenti

Hasil di Buriram juga mengakhiri rekor panjang Ducati di kelas utama. Untuk pertama kalinya sejak MotoGP Aragon 2021, tidak ada satu pun pembalap Ducati yang berhasil naik podium dalam balapan grand prix.

Meski demikian, Di Giannantonio menilai hasil tersebut tidak mencerminkan potensi sebenarnya dari motor Desmosedici.

Ia menegaskan bahwa tim VR46 tetap meninggalkan Thailand dengan rasa percaya diri tinggi menjelang seri berikutnya di Brasil.

Baca Juga: Francesco Bagnaia Masih Tak Percaya Rekor 88 Podium Ducati Terputus di MotoGP Thailand 2026

“Jika kami bisa finis keenam meski mengalami masalah, itu berarti kami punya potensi besar. Kami pergi ke Brasil dengan senyum dan keyakinan bahwa kami bisa kompetitif,” ujarnya.

Rekan setim Di Giannantonio di VR46 Racing Team, Franco Morbidelli, juga berhasil menyelesaikan balapan di posisi kedelapan, menambah poin penting bagi tim satelit Ducati tersebut pada awal musim MotoGP 2026.