Ihram.co.id — Pembalap Francesco Bagnaia mengaku masih tak percaya dominasi panjang Ducati Lenovo Team berakhir pada seri pembuka musim MotoGP 2026. Pabrikan asal Italia itu gagal menempatkan satu pun pembalapnya di podium pada Thailand Grand Prix, sekaligus mengakhiri rekor 88 balapan beruntun di tiga besar.
Hasil mengejutkan tersebut terjadi meski Ducati menunjukkan performa menjanjikan sepanjang tes pramusim, sehingga membuat Bagnaia menyebut situasi ini sebelumnya terasa “mustahil” terjadi.
Baca Juga: Rekor Podium Ducati Terputus di MotoGP Thailand 2026, Marc Marquez: Tak Perlu Panik
Rekor Lima Tahun Ducati Akhirnya Terhenti
Kegagalan Ducati meraih podium di Thailand menjadi yang pertama sejak British Grand Prix 2021. Sejak saat itu, Ducati menjelma menjadi kekuatan dominan di MotoGP dengan konsistensi tinggi di barisan depan.
Namun pada balapan di Sirkuit Buriram, tidak satu pun dari enam pembalap Ducati mampu menembus posisi tiga besar. Hasil terbaik diraih Fabio Di Giannantonio yang finis di posisi keenam, sementara Bagnaia hanya berada di posisi kesembilan.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Ducati yang selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai tim dengan motor paling kompetitif di grid.
Aprilia Kuasai Balapan Buriram
Balapan justru didominasi Aprilia Racing melalui kemenangan impresif Marco Bezzecchi, yang finis lebih dari lima detik di depan pembalap KTM, Pedro Acosta, di posisi kedua.
Podium dilengkapi oleh Raúl Fernández, menegaskan kuatnya performa Aprilia pada seri pembuka musim.
Di kubu Ducati, sejumlah insiden turut memengaruhi hasil balapan. Marc Márquez terpaksa mundur lebih awal akibat kebocoran ban belakang setelah menghantam kerb, sementara Álex Márquez gagal finis setelah mengalami kecelakaan.
Pembalap lain seperti Franco Morbidelli menyelesaikan lomba di posisi kedelapan, sedangkan pembalap pengganti Michele Pirro finis terakhir dari pembalap yang mencapai garis akhir.
Bagnaia: Hasil yang Sulit Dipercaya
Usai balapan, Bagnaia mengaku terkejut melihat Ducati gagal melanjutkan tren podium mereka. Ia menilai hasil tes pramusim menunjukkan Ducati memiliki kecepatan dan ritme balap yang sangat baik.
Namun sejak awal akhir pekan balapan di Thailand, ia merasakan perubahan kondisi yang membuat performa Ducati tidak sekompetitif perkiraan. Bagnaia juga mengakui dirinya kesulitan tampil maksimal, terutama pada sesi kualifikasi dan lap cepat.
Juara dunia MotoGP dua kali itu bahkan menilai Ducati saat ini tidak lagi menjadi tim tercepat di grid, terutama setelah melihat dominasi Aprilia sepanjang balapan.
Meski kecewa dengan hasil timnya, Bagnaia tetap menyampaikan apresiasi terhadap kemenangan kompatriotnya, Marco Bezzecchi. Ia mengaku turut senang melihat keberhasilan pembalap Aprilia tersebut meraih kemenangan pada seri pembuka musim.
Bagnaia juga menilai Bezzecchi sebenarnya berpeluang meraih hasil lebih sempurna sepanjang akhir pekan jika tidak melakukan beberapa kesalahan sebelumnya.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Akui Ducati Tak Lagi Tercepat, Aprilia Racing Dominasi MotoGP Thailand 2026
Hasil seri pembuka di Thailand menunjukkan peta persaingan MotoGP musim 2026 berpotensi berubah. Dominasi Ducati yang selama ini tak tergoyahkan mulai mendapat tantangan serius dari Aprilia dan KTM.
Jika tren performa awal musim berlanjut, persaingan antar pabrikan diperkirakan akan semakin ketat dan membuka peluang munculnya juara baru di akhir musim.
Ikuti Ihram.co.id
