Ihram.co.id — Pabrikan Jepang Yamaha dikabarkan mulai membidik pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, sebagai target baru di bursa transfer pembalap MotoGP. Langkah ini diambil setelah peluang merekrut Francesco Bagnaia semakin kecil menyusul keputusan pembalap Ducati tersebut yang disebut memilih bergabung dengan Aprilia mulai musim 2027.
Pergerakan Yamaha ini menjadi bagian dari strategi besar tim dalam menyusun ulang komposisi pembalap menghadapi era regulasi baru MotoGP yang akan dimulai pada 2027.
Baca Juga: Bagnaia Pilih Aprilia untuk MotoGP 2027, Tinggalkan Ducati dan Abaikan Kontrak Mahal Yamaha
Bagnaia Tolak Tawaran Yamaha dan Pilih Aprilia
Sebelumnya, Yamaha memiliki ambisi membentuk skuad bertabur bintang dengan mempertemukan Bagnaia dan Jorge Martin dalam satu tim pada musim 2027. Rencana tersebut muncul seiring potensi kepergian Fabio Quartararo serta kontrak Alex Rins yang akan berakhir.
Namun Bagnaia dilaporkan menolak tawaran gaji lebih besar dari Yamaha. Juara dunia MotoGP dua kali itu memilih fokus mendapatkan motor yang lebih kompetitif untuk menghadapi perubahan regulasi 2027 dibandingkan mengejar nilai kontrak tinggi.
Selain menolak proposal Yamaha, Bagnaia juga disebut tidak melanjutkan kerja sama dengan Ducati setelah kontraknya berakhir pada akhir musim 2026. Ia diperkirakan akan bergabung dengan Aprilia dan membentuk duet sesama pembalap Italia bersama Marco Bezzecchi.
Di Giannantonio Jadi Alternatif Serius Yamaha
Yamaha kemudian mengalihkan fokus kepada Di Giannantonio dan telah melakukan pembicaraan awal dengan pembalap asal Italia tersebut. Ia diproyeksikan sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi di tim pabrikan, khususnya sebagai pengganti Rins jika terjadi perubahan susunan pembalap.
Di Giannantonio berpotensi tersedia di pasar pembalap karena masa depannya bersama Ducati belum pasti. Meski telah menandatangani kontrak pabrikan sejak 2024, ia tetap ditempatkan di tim satelit VR46 dan kontraknya akan berakhir setelah musim 2026.
Pabrikan asal Bologna itu dikabarkan lebih memprioritaskan pembalap muda Fermin Aldeguer yang memiliki opsi kontrak jangka panjang hingga 2028. Ducati juga mempertimbangkan mempromosikan pembalap World Superbike Nicolo Bulega ke MotoGP, yang berpotensi membuat posisi Di Giannantonio semakin tidak pasti.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Yamaha untuk merekrut pembalap berusia 26 tahun itu sebagai bagian dari proyek jangka panjang mereka.
Jack Miller Bukan Prioritas Utama
Di sisi lain, Jack Miller disebut bukan pilihan utama Yamaha meski tampil cukup solid bersama tim satelit Pramac dalam tes pramusim menggunakan motor Yamaha M1 bermesin V4.
Pembalap Australia itu telah mendapatkan perpanjangan kontrak satu tahun untuk tetap membela Pramac pada musim 2026. Yamaha sebelumnya memilih mempertahankannya setelah merekrut juara World Superbike Toprak Razgatlioglu dengan kontrak dua tahun untuk tim satelit.
Meski menjadi pembalap Yamaha terbaik kedua pada klasemen musim 2025 di bawah Quartararo, Miller dinilai masih harus menunjukkan performa konsisten sepanjang musim jika ingin mendapatkan peluang promosi ke tim pabrikan.
Yamaha Susun Strategi Hadapi Era Baru MotoGP
Langkah Yamaha mencari alternatif Bagnaia menegaskan ketatnya persaingan bursa pembalap menjelang perubahan regulasi besar MotoGP pada 2027. Selain meningkatkan performa motor, Yamaha juga dituntut membangun komposisi pembalap kompetitif untuk kembali bersaing di papan atas.
Baca Juga: Johann Zarco Sebut Barry Baltus Berpeluang Gabung Yamaha MotoGP 2027
Dengan Bagnaia yang lebih memilih Aprilia dan sejumlah pembalap lain berpotensi berpindah tim, keputusan Yamaha dalam menentukan susunan pembalap baru diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam arah pengembangan tim pada era regulasi berikutnya.
Ikuti Ihram.co.id
