— Pebalap tim pabrikan Yamaha Factory Racing, Fabio Quartararo, mengaku belum melihat arah pengembangan yang jelas pada motor Yamaha untuk musim 2026 di ajang MotoGP. Pernyataan tersebut muncul setelah performa kurang meyakinkan pada sesi latihan Jumat MotoGP Thailand.

Juara dunia MotoGP 2021 itu menilai proyek motor terbaru Yamaha, termasuk pengembangan mesin baru yang disebut-sebut menggunakan konfigurasi berbeda dari mesin inline-four tradisional, masih menghadapi berbagai kendala teknis dan belum menunjukkan peningkatan performa signifikan.

Yamaha diketahui tengah berupaya bangkit setelah beberapa musim kesulitan bersaing dengan pabrikan Eropa seperti Ducati, terutama dalam hal tenaga mesin dan kecepatan puncak.

“Saya tidak merasa ada arah yang jelas saat ini. Kami masih mencoba menemukannya, tapi saya tetap berusaha bekerja dan memberikan yang terbaik bersama tim,” ujar Quartararo.

Baca Juga: Alex Rins Rela Korbankan Motor untuk Quartararo, Yamaha Kejar Pengembangan V4

Performa Yamaha Tertinggal di MotoGP Thailand

Pada sesi latihan hari pertama di Buriram International Circuit, Quartararo memang menjadi pebalap Yamaha tercepat, namun hanya mampu menempati posisi ke-16 dengan selisih sekitar 1,3 detik dari catatan waktu terbaik.

Hasil tersebut menunjukkan Yamaha masih tertinggal jauh dari para rival, meskipun tim telah menjalani pengujian pramusim di sirkuit yang sama.

Quartararo menilai sulit bagi Yamaha untuk mengejar ketertinggalan waktu yang cukup besar, terlebih setelah dua hari tes sebelumnya belum menghasilkan peningkatan signifikan.

“Kami masih sangat jauh. Kami tahu betapa sulitnya mengejar dua persepuluh detik saja, apalagi setelah dua hari pengujian di trek yang sama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa meski hasil belum maksimal, dirinya tetap berusaha memaksimalkan performa yang tersedia.

Mesin Baru Diperkirakan Belum Siap Hingga Le Mans

Quartararo juga mengungkapkan bahwa mesin baru Yamaha kemungkinan belum siap digunakan hingga seri Eropa, termasuk seri kandang di French Grand Prix yang digelar di Le Mans.

Ia memperkirakan balapan awal musim seperti Brasil, Amerika Serikat, dan Qatar masih akan menggunakan paket mesin yang sama karena proses pengembangan belum rampung.

Ketidakpastian tersebut semakin menegaskan bahwa Yamaha masih berada dalam fase pencarian arah pengembangan teknis untuk meningkatkan daya saing motor mereka.

Baca Juga: MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Tercepat, Ungguli Marc Marquez di Sesi Latihan

Akui Terlalu Optimistis dengan Potensi Motor

Selain menyoroti masalah teknis, Quartararo juga mengakui bahwa dirinya sempat terlalu optimistis terhadap potensi motor Yamaha menjelang dimulainya MotoGP 2026.

Pebalap asal Prancis itu menjalani musim dingo yang sulit selama pengujian pramusim, bahkan sempat menunjukkan gestur frustrasi terhadap motor saat tes di Buriram.

Kini ia memilih pendekatan lebih realistis dan berusaha menjaga fokus tanpa mengambil risiko berlebihan.

“Saya berbicara dengan tim dan para insinyur, dan saya rasa saya sedikit terlalu optimistis dengan potensi motor ini,” ujarnya.
“Sekarang saya mencoba lebih tenang dan tidak memaksakan sesuatu yang bisa berujung kesalahan.”

Tantangan Berat Menuju Kualifikasi

Catatan waktu terbaik Quartararo pada sesi latihan di Buriram bahkan sekitar 0,4 detik lebih lambat dibandingkan performanya di sesi yang sama musim sebelumnya saat Yamaha masih menggunakan mesin inline-four.

Situasi tersebut membuatnya harus menghadapi persaingan ketat di sesi kualifikasi pertama (Q1), yang juga diikuti sejumlah pebalap kuat seperti Francesco Bagnaia dan Luca Marini.

Dengan kondisi motor yang belum kompetitif, Quartararo diperkirakan menghadapi tantangan besar untuk menembus barisan depan pada balapan pembuka musim.

Baca Juga: Aprilia Dominasi Hari Pertama MotoGP Thailand 2026, Ini Daftar Pembalap Lolos Q2

Performa kurang kompetitif dalam beberapa musim terakhir membuat Yamaha berada di bawah tekanan besar untuk segera meningkatkan performa motor. Pengembangan mesin baru menjadi bagian dari strategi jangka panjang tim untuk kembali bersaing memperebutkan podium dan gelar juara dunia.

Namun hingga awal musim 2026, Quartararo menegaskan bahwa proses tersebut masih membutuhkan waktu dan kerja keras dari seluruh tim.